Tayang 27 Februari, Film Samawa Soroti Isu Kekerasan Domestik

1 month ago 23
Tayang 27 Februari, Film Samawa Soroti Isu Kekerasan Domestik Para sineas yang terlibat di film Samawa(MI/Fathurrozak)

FILM Samawa yang diproduksi Travel Stories Pictures (TSF) akan tayang di jaringan bioskop pada 27 Februari. Film Samawa yang bergenre drama religi, mengisahkan perjalanan emosional Yura (diperankan Badriyah Afiff), perempuan yang tumbuh dalam budaya Jawa yang kuat. Setelah menikah dengan Andi (diperankan Alexzander Wlan), ia dihadapkan pada kenyataan pahit tentang dosa-dosa suaminya yang muncul setiap waktu dan perlahan menghancurkan keharmonisan rumah tangga mereka.

Ditulis sekaligus disutradarai oleh Ganank Dera, film Samawa film ini menghadirkan kisah kompleks tentang istri yang menghadapi konflik batin antara prinsip tradisional untuk tetap patuh kepada suami dan upaya mencari makna sakinah, mawadah, wa rahmah (Samawa) untuk memperoleh kebahagiaan serta kedamaian dalam keluarganya.

“Samawa ini kan kalau diartikan secara harfiah, sakinah mawaddah wa rahmah. Itu kan ucapan doa kalau yang kita lihat dan datang ke perkawinan segala macam selalu itu diucapkan. Tapi faktanya dalam realitanya menjaga itu tuh enggak gampang. Nah kita develop cerita ini karena memang konflik ini banyak sekarang ini. Kalau kita mengerucut dari angka perceraian, itu makin hari makin banyak. Nah Samawa ini kan sebenernya doa untuk menghindari itu. Konflik yang terjadi di film Samawa ini sebenarnya direction perceraian tinggi, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) tinggi, perselingkuhan tinggi. Nah itu kita balut di si cerita Samawa. Sengaja nariknya dari pasangan muda ini memang ternyata yang rentan,” kata penulis dan sutradara Ganank Dera saat diwawancarai di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (21/2).

Film Samawa berfokus pada perjalanan keluarga yang terjebak dalam lingkaran kekerasan domestik. Namun, alih-alih hanya menyoroti tindakan kekerasan itu sendiri, Samawa mengungkap dimensi lain di balik dinamika pelaku dan korban. TSF menegaskan film ini tidak dimaksudkan untuk membenarkan kekerasan domestik dalam bentuk apa pun. Sebaliknya, Samawa bertujuan untuk memperlihatkan ada sisi kompleks dari fenomena ini yang seringkali terabaikan.“Pelajarannya cukup banyak sih yang bisa diambil. Karena ketika masuk ke dalam karakter ini kan harus riset dulu, harus belajar bagaimana sih perilaku orang yang sering melakukan KDRT. Bagaimana dari sisi psikologisnya, agamanya, bisa ada tendensi melakukan hal-hal seperti itu. Cukup dalam sih mempelajarinya,” tambah pemeran Andi, Alexzander Wlan. (M-3)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |