
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menegaskan tembok yang membatasi akses jalan tembus Row 47 di Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Jakarta Utara harus dibongkar. Hal ini menjadi intruksi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Saya sebagai Menteri Perumahan sudah tegaskan arahan Presiden, tidak ada perumahan yang eksklusif. Kita NKRI, kita juga harus bisa terbuka. Tidak ada perumahan yang eksklusif," ujar Ara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, (21/2).
Ara menjelaskan kondisi tembok yang membatasi akses warga sekitar PIK 1 dengan menggambar di atas sebuah kertas catatannya.
"Di sini PIK 1. Di sini ada pagar. Di sini ada pabrik. Ada rumah warga. Yang gede ini pabrik. Yang kecil-kecil ini rumah warga. Kemudian di sini ada tanah kosong. Ini adalah tembok. Nah, sebagian warga menuntut ini dibuka. Supaya ada akses. Akses dari warga kepada PIK 1," jelasnya.
Selain itu, Ara menemukan ada tumpukan batu besar di sekitar tembok. Hal ini mengakibatkan rumah warga di sekitar tembok kerap terendam banjir.
"Di sini ada tumpukan batu yang besar banyak sekali. Dan itu menghambat jalan air. Makanya di situ banjir. Saya sudah minta usut kepada Kapolres Jakarta Utara, untuk dicek siapa yang naruh batu ini," bebernya.
Sebelumnya, Ara dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meninjau langsung lokasi penutupan akses jalan bagi warga Kapuk Muara, Jakarta Utara. Ara mempertanyakan keberadaan tumpukan batu besar yang menutup akses jalan itu.
"Ini batunya ya, di sini banjir?" ujar Maruarar di lokasi kepada warga, Rabu, 19 Februari 2025.
"Banjir," jawab warga.
Maruarar meminta PT Lumbung Kencana Sakti segera membongkar tumpukan batu tersebut. "Kalau begitu batu ini dibuat gunanya untuk apa Pak, kalau memang tidak bermanfaat, batunya suruh tarik dong sama PT Lumbung, Pak," kata Maruarar. (H-4)