10 Tanda Kanker Ovarium yang Jarang Diketahui

1 month ago 25
10 Tanda Kanker Ovarium yang Jarang Diketahui Kanker ovarium adalah jenis kanker yang tumbuh di indung telur dan sering menyerang perempuan setelah menopause. Ini 10 gejala yang perlu diwaspadai.(freepik)

KANKER ovarium merupakan ancaman serius bagi perempuan. Kanker ini lebih sering menyerang perempuan yang mengalami menopause atau memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium. 

Deteksi dini sangat penting karena peluang kesembuhan kanker ovarium stadium awal lebih besar dibandingkan stadium lanjut. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk mengenali gejala kanker ovarium.

Mengenal Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh di jaringan indung telur, tempat sel telur dan hormon perempuan (estrogen dan progesteron) diproduksi. Penyebab pasti kanker ovarium belum diketahui, tetapi lebih sering terjadi pada perempuan setelah menopause. Perempuan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan setelah memasuki masa menopause.

Gejala Kanker Ovarium

Kanker ovarium seringkali tidak menimbulkan gejala pada stadium awal, sehingga sering terdeteksi pada stadium lanjut atau setelah menyebar ke organ lain. Gejala kanker ovarium stadium lanjut juga tidak khas dan mirip dengan penyakit lain. Beberapa gejala yang biasanya dialami penderita kanker ovarium meliputi:

  • Perut kembung dan mual
  • Cepat kenyang saat makan
  • Sakit perut atau perut membengkak
  • Penurunan berat badan
  • Rasa tidak nyaman di panggul
  • Gangguan pencernaan, seperti konstipasi
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Perdarahan dari Miss V
  • Perubahan siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi)

Kanker ovarium dapat terjadi karena perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel ovarium. Sel-sel abnormal ini tumbuh dengan cepat dan tidak terkontrol. Penyebab mutasi genetik ini belum diketahui pasti, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko, antara lain:

  • Berusia di atas 50 tahun
  • Obesitas
  • Terapi penggantian hormon saat menopause
  • Riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara
  • Merokok
  • Riwayat radioterapi
  • Endometriosis
  • Sindrom Lynch

Perempuan dengan faktor risiko tersebut sebaiknya melakukan pemeriksaan ovarium secara berkala ke dokter kandungan.

Jika mengalami gejala kanker ovarium, segera periksakan diri ke dokter kandungan. Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, termasuk riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau payudara. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus pada panggul dan organ kelamin. Jika dicurigai kanker ovarium, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemindaian: USG perut adalah metode pemindaian awal yang dapat digunakan. Selanjutnya, dapat dilakukan CT scan atau MRI.
  • Tes Darah: Tes darah diperlukan untuk mendeteksi protein CA-125, penanda kanker ovarium.
  • Biopsi: Pengambilan sampel jaringan ovarium untuk diperiksa di laboratorium guna menentukan apakah ada kanker ovarium.

Mengenali gejala kanker ovarium sangat penting untuk deteksi dini. Jika Anda memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Halodoc/Z-2)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |