Gunung Marapi Alami Erupsi, Status Masih Waspada

20 hours ago 3
Gunung Marapi Alami Erupsi, Status Masih Waspada Ilustrasi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat(Antara)

GUNUNG Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada 3 April 2025 pukul 07:12 WIB. Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan bahwa erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi 1 menit 9 detik. Kolom abu erupsi teramati setinggi 1.500 meter di atas puncak.

"Sebelum erupsi terjadi, data pengamatan menunjukkan adanya pasokan fluida atau magma dari kedalaman yang diindikasikan oleh terekamnya empat kali gempa Vulkanik Dalam pada 27 Maret 2025 dan 15 kali gempa Vulkanik Dangkal pada 1 April 2025," ujar Wafid.

Sejak 1987, Gunung Marapi mengalami erupsi eksplosif yang umumnya berasal dari Kawah Verbeek. Aktivitas erupsi sering kali disertai suara gemuruh dan lontaran material vulkanik seperti abu, lapili, serta bom vulkanik.

Menurut Wafid, erupsi Gunung Marapi terjadi akibat proses buka-tutup ventilasi konduit di bagian dasar kawah. "Saat ventilasi tertutup akibat pengerasan lava, gas magmatik yang terjebak akan terus menumpuk hingga mencapai batas kejenuhan, yang pada akhirnya menyebabkan erupsi dan membuka kembali ventilasi," jelasnya.

Data pemantauan terbaru menunjukkan adanya peningkatan tekanan pada tubuh gunung. "Variasi kecepatan seismik dan koherensi yang kembali menurun mengindikasikan bahwa tekanan pada tubuh gunung meningkat dan kondisi medium di dekat permukaan tidak stabil," tambahnya. Oleh karena itu, potensi erupsi susulan masih tetap ada.

Berdasarkan analisis dan evaluasi Badan Geologi, status aktivitas Gunung Marapi tetap berada pada Level II (Waspada). Wafid mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek. Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta untuk waspada terhadap kemungkinan banjir lahar, terutama saat musim hujan.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker agar terhindar dari gangguan saluran pernapasan," kata Wafid. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah daerah di sekitar Gunung Marapi diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pos Pengamatan Gunungapi Marapi untuk mendapatkan informasi terkini. Wafid mengajak masyarakat untuk memantau perkembangan aktivitas gunung melalui situs resmi Badan Geologi dan PVMBG serta aplikasi Magma Indonesia.

"Kami mengimbau seluruh pihak agar menjaga suasana tetap kondusif dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah," tutupnya.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |