
PASCATRAGEDI tanah longsor menelan 10 korban jiwa, jalur Pacet-Cangar arah Kota Batu ditutup, hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Selain itu juga masih dilakukan asesmen untuk langkah rencana rekonstruksi atau perbaikan di jalur tersebut usai longsor Pacet-Cangar.
Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ketika takziah ke rumah duka korban longsor, di Desa Klopo Sepuluh Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (5/4). Khofifah datang mendoakan arwah para korban dan memberikan santunan.
Khofifah mengatakan, pasca pembersihan lokasi longsor jalur Pacet-Cangar di Kabupaten Mojokerto ditutup. Jalur tersebut ditutup hingga batas waktu belum ditentukan.
Selain itu Pemprov Jatim juga melakukan asesmen, untuk langkah perbaikan di jalur tersebut. Asesmen melibatkan Dinas Perhubungan, PUPR, Dinsos, BPBD dan Pemkab Mojokerto.
"Untuk mencari rekonstruksi paling aman, paling secure bagi seluruh pengguna jalan di Cangar," kata Khofifah.
Khofifah kembali mengingatkan pada masyarakat akan potensi hujan deras dan angin kencang. Kondisi cuaca buruk tersebut bisa menimbulkan banjir hingga tanah longsor yang perlu diwaspadai.
Rumah duka yang didatangi Khofifah ada tujuh korban meninggal dunia. Masing-masing Wahyudi,71, dan Jaenah,61, yang merupakan kakek nenek. Selanjutnya anak mereka yaitu Masjid Zatmo Setio,31, dan istri Rani Anggraeni,28. Juga Sahrul Nugroho Rangga Setiawan,6, dan Putri Qiana Ramadhan,2. Kakak beradik itu anak pasangan Masjid Zatmo dan Rani Anggraeni. Korban ketujuh adalah Saudah,60, merupakan mertua Masjid Zatmo.
Korban Wahyudi adalah Ketua RT 10 RW 2 Desa Klopo Sepuluh Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Sebagai Ketua RT, ahli waris almarhum Wahyudi mendapatkan santunan kematian Rp42 juta. Santunan itu merupakan penghargaan Pemkab Sidoarjo, kepada Ketua RT dan RW di wilayah Sidoarjo.
Pemkab Sidoarjo mengikutsertakan semua Ketua RT dan RW, ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Iuran BPJS Ketenagakerjaan dibayarkan pihak Pemkab Sidoarjo. (H-3)