
WAKIL Gubernur Jakarta Rano Karno menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak akan menoleransi praktik juru parkir (jukir) liar. Ia meyakini, parkir liar tidak beroperasi setiap hari.
"Kita enggak memberikan toleransi, tapi minta maaf mungkin saya memberikan sedikit pemahaman, enggak setiap hari mereka [juru parkir liar] lakukan begitu," ujarnya kepada awak media dikutip Sabtu (5/4).
Ia mencontohkan, juru parkir liar tampak beroperasi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rano meyakini juru parkir liar itu baru kembali beroperasi di Tanah Abang setelah dua tahun tidak beroperasi di tempat tersebut.
Politikus PDIP itu kembali menegaskan pihaknya tidak menoleransi keberadaan juru parkir liar. Akan tetapi, ia meminta masyarakat memahami kondisi juru parkir liar.
"Ya, mungkin ada jukir liar ya. Itu kita benahi. Tapi artinya kita tidak toleransi semua kegiatan itu. Cuma, ya kita coba memahamilah situasi yang ada," tutur Rano.
Ia menambahkan, Pemprov Jakarta telah memantau keberadaan juru parkir liar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, yang beroperasi saat periode libur Lebaran 2025. Juru parkir liar beroperasi ketika Monas ramai dikunjungi wisatawan selama periode liburan ini. (Far/M-3)