Komisi I DPR Minta Pengerahan 8 Ribu TNI ke Gaza Dibahas Terbuka

13 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB Syamsu Rizal meminta pembahasan terbuka soal rencana pengiriman 8 ribu prajurit TNI di bawah International Stabilization Forces (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional.

Pria yang akrab disapa Deng Ical mengatakan pembahasan itu perlu agar publik mengetahui tujuan dan aturan pelibatan tersebut, termasuk perlindungan prajurit TNI yang akan diberangkatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertemuan ini penting agar publik mengetahui secara jelas tujuan, mandat, aturan pelibatan (rules of engagement), serta skema perlindungan bagi prajurit kita. Jangan sampai ada keputusan strategis yang minim penjelasan kepada rakyat," ujar Deng Ical saat dihubungi, Jumat (20/2).

Menurut dia, pengiriman pasukan ke Gaza bukan perkara sepele. Sebab, Gaza merupakan kawasan konflik aktif yang berbahaya bagi keselamatan prajurit.

"Pengiriman pasukan ke Gaza membutuhkan kesiapan khusus, baik dari sisi strategi, perlengkapan, hingga mitigasi risiko. Potensi gesekan dengan pasukan perlawanan di Gaza sangat besar dan tidak bisa dianggap ringan," ujarnya.

Deng Ical menyoroti pernyataan Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, yang menyebutkan ISF akan dikerahkan ke lima sektor. Dalam jangka pendek, pasukan akan difokuskan ke sektor Rafah bersamaan dengan pelatihan kepolisian.

Sementara dalam jangka panjang, ISF menargetkan pembentukan 12.000 personel kepolisian serta 20.000 tentara ISF. Menurut dia, rencana tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait kedaulatan rakyat Gaza.

"Kalau melihat rencana itu, ISF akan betul-betul menguasai dan mengendalikan Gaza. Pertanyaannya, di mana kedaulatan rakyat Gaza? Apakah ini bukan bentuk penjajahan baru?" katanya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono menyoroti penunjukan Indonesia Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza.

Di satu sisi, kata Dave, penunjukkan itu menunjukkan kepercayaan dunia terhadap TNI dan menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten berkomitmen pada misi perdamaian internasional.

Namun, Dave mengingatkan agar seluruh persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek logistik, aturan pelibatan, hingga perlindungan terhadap prajurit. Sehingga, misi ISF dapat dijalankan dengan aman, terukur, dan sesuai mandat internasional.

"Komisi I DPR RI akan memastikan bahwa setiap langkah pemerintah dan TNI dalam misi ini berjalan sesuai koridor hukum internasional serta tetap mengedepankan keselamatan pasukan," kata Dave saat dihubungi, Jumat (20/2).

Dalam rapat perdana Board of Peace di Washington, AS, Kamis (19/2), Presiden RI Prabowo Subianto menuturkan Indonesia akan mulai mengirimkan tentaranya di bawah ISF ke di Jalur Gaza Palestina dalam satu atau dua bulan ke depan.

Dalam rapat yang dihadiri Presiden AS Donald Trump, Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia siap mengirim 8 ribu pasukan untuk ISF di Gaza.

"Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi dengan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo merasa optimis bahwa Board of Peace termasuk ISF bisa membantu Palestina mencapai "perdamaian yang abadi" meski dalam perjalanannya mungkin akan menemui banyak rintangan.

(fra/thr/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |