Dokter Bedah Indonesia Perluas Keahlian Proktologi

15 hours ago 5
Dokter Bedah Indonesia Perluas Keahlian Proktologi Dokter Bedah Indonesia Perluas Keahlian Proktologi di India.(Dok. Chapter Bedah Umum Kolegium Indonesia)

UNTUK memperkuat kompetensi di bidang bedah proktologi, sejumlah dokter bedah Indonesia mengikuti pelatihan berskala internasional dalam ISCP Fellowship Program yang diselenggarakan di India. Program itu menjadi salah satu upaya konkret untuk membawa kualitas layanan proktologi Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Adapun, proktologi merupakan cabang spesialisasi kedokteran bedah yang menangani berbagai penyakit di area anorektal, seperti wasir (hemoroid), fistula ani, fisura ani, striktur, abses, hingga prolaps rektum. Namun, pelatihan ini tidak sekadar fokus pada pembedahan semata.

“Kami tidak hanya belajar teknik operasinya, tetapi juga keseluruhan alur perawatan. Mulai dari cara skrining pasien, evaluasi pra-operasi, hingga perawatan pasca bedah secara menyeluruh. Ini pelatihan yang sangat komprehensif,” kata salah satu peserta dr. Tony Sukentro, SpB, FICS, FISCP, melalui keterangannya, Sabtu (5/4).

Program itu juga membuka ruang bagi dokter-dokter Indonesia untuk mengenal dan mempraktikkan berbagai teknologi modern yang kini banyak digunakan dalam dunia proktologi internasional, seperti Laser Surgery, Stapler Hemorrhoidectomy, HAL-RAR, Well C Procedure, Radiofrequency & Ultrasonic methods, VAAFT (Video Assisted Anal Fistula Treatment), serta Teknik lanjutan seperti LIFT, VILAPS, dan SILAC

Ketua Chapter Bedah Umum Kolegium Indonesia Harmin Sarana mengungkapkan, pelatihan itu bukan hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga wadah membangun jejaring dan pertukaran ilmu antarnegara.

“Kami berharap program semacam ini terus berlanjut dan bahkan bisa diselenggarakan juga di dalam negeri. Semakin banyak dokter yang menguasai teknik-teknik ini, maka pelayanan terhadap pasien juga akan semakin maju dan aman," ujarnya.

Para lulusan program ini juga berkomitmen untuk berbagi pengetahuan kepada rekan sejawat melalui workshop, seminar, maupun pelatihan praktis. Harapannya, keilmuan ini dapat tersebar luas dan menjadi standar pelayanan medis nasional di bidang proktologi.

"Dengan kolaborasi dan pendidikan berkelanjutan, dunia proktologi Indonesia siap melangkah ke arah yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing global," katanya. (H-3)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |