loading...
Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) memperkuat kolaborasi internasional dengan lembaga dan perusahaan dari Singapura, Taiwan, serta Korea Selatan. Foto/UIA.
JAKARTA - Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama pendidikan dan program magang dengan lembaga dan perusahaan dari Singapura, Taiwan, serta Korea Selatan.
Kolaborasi tersebut ditegaskan dalam agenda penandatanganan kerja sama yang digelar di Kampus UIA, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi'iyah (YAPTA), Dailami Firdaus menyebut, kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi penguatan internasionalisasi kampus, khususnya dalam membuka akses magang, pertukaran mahasiswa, serta kolaborasi budaya dan keilmuan lintas negara.
Baca juga: Magang Kemendiktisaintek 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Daftar di Link Ini
"Kerja sama dengan SeeMeSOL dari Singapura, Yuzhong Humas Resources dari Taiwan, serta Korea Center ini bukan hanya penting bagi UIA, tetapi juga menjadi jembatan ilmu dan budaya yang memberi manfaat luas bagi bangsa dan umat," ujar Dailami.
Dailami menuturkan, UIA telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi Korea Selatan selama lebih dari satu dekade, di antaranya Daegu University dan Jeonbuk National University.
Keberlanjutan kerja sama tersebut kini diperkuat dengan peran Korea Center yang menjadi penghubung program akademik, bahasa, budaya, hingga penempatan mahasiswa.
Menurutnya, sebagai kampus berbasis nilai keislaman, UIA berkomitmen membangun sinergi global tanpa meninggalkan kearifan lokal.
"Kami ingin UIA menjadi institusi unggul, terbuka terhadap kemajuan global, namun tetap berakar pada nilai Al-Sunnah wal Jamaah," katanya.
Country Manager SeeMeSOL Indonesia, Nendy Pernandy menjelaskan, kerja sama dengan UIA difokuskan pada penguatan employability lulusan melalui platform digital penyaluran magang dan kerja berbasis kebutuhan industri global.
"SeeMeSOL adalah perusahaan teknologi asal Singapura yang bermitra dengan kampus-kampus top seperti NUS dan NTU. Saat ini kami telah bekerja sama dengan hampir 300 perguruan tinggi di Indonesia, dan hari ini UIA resmi bergabung," ungkap Nendy.
Melalui platform tersebut, alumni UIA nantinya dapat langsung terhubung dengan peluang magang dan pekerjaan dari berbagai negara, termasuk Singapura, Taiwan, hingga Uni Emirat Arab. Seluruh platform akan menggunakan identitas dan branding UIA.
Nendy menambahkan, dalam kerja sama ini SeeMeSOL menyalurkan dukungan pendanaan senilai Rp 50 juta per tahun dan menandatangani komitmen dua tahun dengan total dukungan mencapai Rp200 juta.
"Tujuan utama kami adalah membantu kampus menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global," pungkasnya.
UIA berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kualitas pendidikan, memperluas akses mahasiswa ke dunia industri internasional, serta mendorong peningkatan sumber daya manusia melalui program magang terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, UIA melantik jajaran rektorat periode 2025-2030 diantaranya, Rahmat Adi Yulianto sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Heri Sukanto sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan, serta Misbah Fikrianto sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan.
Selain itu, ditetapkan pula jajaran direktur lembaga dan sekretaris universitas periode 2026-2030, yakni Marlisa Oktaviani sebagai Direktur Lembaga Penjaminan Mutu, Damrah Mamang sebagai Direktur Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum, Muladi Mugni sebagai Direktur Lembaga Kajian Islam dan Timur Tengah, Ali Ansungun sebagai Direktur Korean Center, Agus Sumarno sebagai Direktur PENMARU, serta Kurnia Budhy Scorita sebagai Sekretaris Universitas.
(nnz)


















































