Studi : Daftar Makanan-Minuman yang Dapat Memperpendek Umur

1 month ago 24
 Daftar Makanan-Minuman yang Dapat Memperpendek Umur ilustrasi(freepik)

MENGONSUMSI makanan ultra-proses dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi atau memperpendek umur yakni produk berbasis daging, unggas, dan makanan laut siap saji, minuman manis, makanan penutup berbahan dasar susu, dan makanan sarapan yang menunjukkan kolerasi erat. Demikian diungkap sebuah studi di Amerika Serikat selama 30 tahun yang diterbitkan dalam The BMJ pada hari Rabu (19/2).

Dilansir dari The Hindustan Times, para peneliti menambahkan bahwa tidak semua produk makanan ultra-proses harus dibatasi secara universal, tetapi temuan mereka “untuk membatasi konsumsi beberapa jenis makanan ultra-proses untuk kesehatan jangka panjang.”

“Kesimpulan utama dari penelitian ini bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi dapat sedikit meningkatkan risiko kematian dini, tetapi efek ini sangat bervariasi menurut subkelompok makanan ultra-proses tertentu dan merupakan efek sekunder dari kualitas makanan secara keseluruhan,” kata Mingyang Song, profesor, departemen epidemiologi dan nutrisi, Harvard T.H. Chan School of Public Health, Boston, Amerika Serikat.

Makanan ultra-proses termasuk makanan dan makanan ringan yang dipanggang dalam kemasan, minuman bersoda, sereal bergula, dan produk siap saji atau dipanaskan. Makanan ini sering kali mengandung pewarna, pengemulsi, perasa, dan zat aditif lainnya, dan biasanya tinggi energi, gula tambahan, lemak jenuh, dan garam, tetapi kekurangan vitamin dan serat.

Banyak bukti yang mengaitkan makanan ultra-proses dengan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan kanker usus yang lebih tinggi, tetapi hanya sedikit penelitian jangka panjang yang meneliti kaitan antara makanan ultra-proses dengan semua penyebab kematian tertentu, terutama karena kanker.

Untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan ini, para peneliti melacak kesehatan jangka panjang dari 74.563 perawat wanita yang terdaftar dari 11 negara bagian Amerika dalam Nurses' Health Study (1984-2018) dan 39.501 tenaga kesehatan pria dari 50 negara bagian Amerika Serikat dalam Health Professionals Follow-up Study (1986-2018); tak satu pun dari subjek penelitian ini yang memiliki riwayat penyakit kanker, penyakit kardiovaskular, atau diabetes.

Setiap dua tahun sekali, para partisipan memberikan informasi mengenai kesehatan dan kebiasaan gaya hidup mereka, dan setiap empat tahun sekali mereka mengisi kuesioner makanan yang terperinci. Kualitas makanan secara keseluruhan juga dinilai dengan menggunakan skor Alternative Healthy Eating Index-2010 (AHEI).

Selama periode tindak lanjut rata-rata 34 tahun, para peneliti mengidentifikasi 48.193 kematian, termasuk 13.557 kematian akibat kanker, 11.416 kematian akibat penyakit kardiovaskular, 3.926 kematian akibat penyakit pernapasan, dan 6343 kematian akibat penyakit neurodegeneratif.

Dibandingkan dengan peserta yang berada di kuartal terendah dalam hal asupan makanan ultra-proses (rata-rata 3 porsi per hari), mereka yang berada di kuartal tertinggi (rata-rata 7 porsi per hari) memiliki risiko 4% lebih tinggi untuk total kematian dan 9% lebih tinggi untuk kematian lainnya, termasuk 8% lebih tinggi untuk kematian akibat penyakit neurodegeneratif.

Namun, para peneliti tidak menemukan adanya hubungan dengan kematian akibat penyakit kardiovaskular, kanker, atau penyakit pernapasan.

Dalam angka absolut, tingkat kematian akibat penyebab apa pun di antara partisipan di kuartal terendah dan tertinggi dari asupan makanan ultra-proses adalah 1.472 dan 1.536 per 100.000 orang per tahun. (H-4)
 

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |