SPPB-UI Uji Disertasi tentang Perbankan Syariah dan Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

1 day ago 7

loading...

Sidang disertasi Program Studi Kajian Stratejik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI). FOTO/IST

JAKARTA - Program Studi Kajian Stratejik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI) menggelar sidang disertasi berjudul "Toolkit Kebijakan dan Strategi Perbankan Syariah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia". Disertasi yang disusun oleh Suprianto tersebut menawarkan sebuah kerangka strategis yang dinilai relevan menjawab tantangan pembangunan nasional ke depan.

Dalam paparannya, Suprianto menyoroti kesenjangan antara agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dan capaian nyata Indonesia, khususnya pada sektor keuangan syariah. Meski Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi syariah dunia, rata-rata indeks dan indikator keuangan berkelanjutan masih menunjukkan ruang perbaikan yang signifikan.

"Di titik inilah perbankan syariah dinilai dapat memainkan peran strategis, tidak sekadar sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penggerak transformasi sosial dan ekonomi," kata Suprianto seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan integrasi metode TOWS, Policy Delphi, dan Interpretative Structural Modelling (ISM). Kerangka teori yang digunakan bersifat multidisipliner, dengan teori pembangunan sebagai grand theory, didukung teori keuangan dan ekonomi pembangunan sebagai middle theory, serta kebijakan publik, perbankan, dan keuangan berkelanjutan sebagai applied theory. Seluruhnya diselaraskan dengan Islamic Worldview agar kontekstual dengan realitas Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sejatinya telah mendapat dukungan kebijakan dari para pemangku kepentingan utama, seperti Bappenas, Otoritas Jasa Keuangan, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Namun, dukungan tersebut masih memerlukan alat operasional yang sistemik dan adaptif agar dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat perbankan.

Menjawab kebutuhan itu, Suprianto merumuskan sebuah toolkit kebijakan dan strategi perbankan syariah yang terdiri dari tiga elemen utama: Prinsip Acuan (Kemitraan, Keterlibatan, dan Keselarasan), Struktur Toolkit, serta Langkah Implementasi.

"Toolkit ini diposisikan bukan hanya sebagai pedoman kebijakan, tetapi juga sebagai proposisi bisnis yang mampu meningkatkan nilai dan daya saing bank syariah," katanya.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |