Polisi Temukan Petasan di Lokasi Ledakan Maut Situbondo

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Aparat kepolisian terus mendalami insiden ledakan maut yang menghancurkan sebuah rumah warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Dalam penyisiran awal, petugas menemukan sejumlah barang bukti selongsong petasan yang diduga kuat jadi penyebab ledakan.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengonfirmasi pihaknya telah mengamankan beberapa batang petasan dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut memiliki ukuran cukup besar dan diduga kuat menjadi pemicu ledakan hingga merenggut nyawa satu korban jiwa.

"Untuk penyebab diduga dari mercon atau petasan ataupun bom bondet. Karena salah satu barang bukti yang kita amankan adalah beberapa batang petasan atau mercon dengan diameter antara 3 sampai 4 cm dengan panjang 15 cm. Cukup panjang," kata Bayu pada wartawan, Rabu (18/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden yang terjadi pada Rabu (18/2) siang ini dilaporkan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Hingga saat ini, para korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Satu korban atas nama Supriyadi (50) dinyatakan meninggal. Sedangkan enam orang lain mengalami luka bakar dan patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Lima korban luka itu yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25) dan Kulsum (60) telah dilarikan ke RSUD Asembagus. Sedangkan satu korban luka Abdurrahman (15) dirujuk ke RS Jember karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.

"Kejadian ini tentu saja melukai kita bersama bahwa salah satu korban telah dinyatakan meninggal, dan enam luka-luka masih dirawat di rumah sakit. Lima [di antaranya] di RS Asem Bagus satu sudah di rujuk ke RS Jember," ucapnya.

Bayu menuturkan, laporan ledakan diterima pihak kepolisian sekitar pukul 12.00 WIB, tepat setelah waktu salat zuhur. Petugas dari Polsek setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi di wilayah Banyuputih untuk melakukan pengamanan dan sterilisasi area untuj menjaga tempat kejadian perkara (TKP).

"Terkait kronologinya jadi sekitar pukul 12.00 WIB setelah salat zuhur kami mendapatkan informasi bahwa terjadi ledakan di daerah Banyuputih dan kemudian setelah diamankan oleh Pak Kapolsek, Pak Kapolsek melaksanakan pengamanan area, melakukan sterilisasi dengan cara memasang police line," ujar dia.

Meski demikian, tim penyidik Polres Situbondo belum bisa melakukan olah TKP secara menyeluruh. Hal ini karena mereka tak memiliki kapasitas sebagai penjinak bom atau bahan peledak.

"Kemudian karena kami tidak memiliki kemampuan penjinakan bom, kita memanggil gegana dari Bondowoso untuk melakukan penjinakan. Jadi sampai saat ini kami belum mampu untuk melakukan olah TKP karena menunggu status sterilisasi," katanya.

Bayu menyebut fokus utama pihaknya saat ini adalah memastikan penanganan korban selamat berjalan maksimal. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah pengamanan lokasi secara teknis dengan melibatkan tim Jibom (Penjinak Bom) dan tim identifikasi dari tingkat Polda Jatim.

Lebih lanjut, Bayu pun mengimbau warga untuk tak mendekat ke area ledakan dan memperingatkan agar tidak ada lagi masyarakat yang memproduksi petasan, terutama momentum bulan suci Ramadan dan Lebaran Idulfitri.

(dal/frd/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |