
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mencopot Kepala SMAN 6 Depok setelah tetap memberangkatkan siswa kelas XI untuk study tour ke Bali, meskipun sudah ada larangan dari pemerintah provinsi. Keputusan penonaktifan Kepsek SMAN 6 Depok itu diteken Dedi pada hari pertamanya menjabat sebagai gubernur, setelah dilantik pada Kamis (20/2).
"Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMAN 6 Depok. Dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya berpergian (tur) ke luar provinsi," tegas Dedi, Kamis (20/2).
Berikut kronologi kasus pencopotan SMAN 6 Depok.
Sebelum dilantik, Dedi telah meminta pihak sekolah untuk membatalkan kegiatan study tour ke Bali setelah menerima keluhan dari wali murid karena biaya yang terlalu tinggi. Pihak sekolah yang berlokasi di Jalan Limo Raya No.30, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat ini memungut biaya Rp3.8 juta per siswa.
Menurut Dedy, konsep study tour seharusnya bisa dilakukan di dalam kota tanpa membebani orangtua siswa.
"Ini kinerja saya pertama ingin membenahi management di kependidikan di provinsi Jawa Barat, karena kan isu pungutan, study tour, itu isu yang begitu meresahkan masyarakat di Jawa Barat," tandas Dedi.
Sejumlah orangtua siswa mendukung acara study tour digelar di Kota Depok. " Setuju di Kota Depok saja, " kata salah satu orantua siswa, Sitira.
Sitira berujar beberapa hal yang ditakutkan jika study tour digelar di tempat jauh. Salah satunya terjadinya hal hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan rombongan bus sekolah seperti kasus-kasus serupa yang pernah terjadi.
Larangan sekolah menggelar study tour ke luar kota dibenarkan Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sekaligus Kepala SMA Negeri 14 Kota Depok Dadi. (KG/P-4)