Max Verstappen Tegaskan Tidak Menyesal Suka Postingan Kritik Red Bull

18 hours ago 4
Max Verstappen Tegaskan Tidak Menyesal Suka Postingan Kritik Red Bull Max Verstappen mengonfirmasi menyukai unggahan kritik terhadap keputusan Red Bull menggantikan Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda bukanlah sebuah kesalahan.(Media Sosial X)

MAX Verstappen menegaskan menyukai sebuah unggahan Instagram yang mengkritik keputusan Red Bull dalam menukar posisi Liam Lawson dan Yuki Tsunoda di awal musim Formula 1 2025, bukanlah sebuah kesalahan.

Setelah awal musim yang mengecewakan, Red Bull memutuskan menggantikan Lawson dengan Tsunoda, yang merupakan favorit penggemar dari Jepang. Lawson  dipindahkan ke Racing Bulls, tim pengembangan Red Bull, untuk mengisi posisi Tsunoda.

Keputusan ini menuai pertanyaan, terutama setelah Lawson mengaku terkejut dengan pemindahannya. Di tengah perdebatan yang terjadi, akun Instagram resmi Verstappen terlihat menyukai unggahan mantan pembalap F1, Giedo van der Garde, yang mengkritik kebijakan Red Bull.

Van der Garde menuliskan merasa lelah dengan anggapan F1 adalah olahraga paling kejam dalam hal performa, di mana pembalap yang gagal tampil maksimal harus langsung menghadapi konsekuensinya.

"Ya, Anda harus tampil baik. Ya, tekanannya luar biasa. Tetapi menurut saya, ini lebih mirip intimidasi atau keputusan panik daripada pencapaian atlet kelas dunia," tulis van der Garde. 

"Mereka mengambil keputusan dengan sadar, memberikan Liam hanya dua balapan sebelum menghancurkan semangatnya. Jangan lupakan dedikasi, kerja keras, dan kesuksesan yang telah dicapai Liam untuk sampai di level ini. Ya, dia tampil kurang baik di dua balapan pertama, tetapi jika ada yang menyadari itu, tentu saja dia sendiri."

Verstappen: "Saya Suka Komentarnya, Itu Bukan Kesalahan"

Menjelang Grand Prix Jepang, Verstappen mengonfirmasi menyukai unggahan tersebut adalah sesuatu yang disengaja. "Saya menyukai komentarnya, teksnya. Jadi saya rasa itu sudah cukup menjelaskan, bukan? Itu bukan kesalahan," kata Verstappen kepada Sky Sports. Ia juga menambahkan dirinya berbicara dengan Lawson setelah keputusan tersebut diambil.

Meski begitu, juara dunia empat kali ini menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai pemindahan Lawson. "Saya sudah menyampaikan reaksi saya kepada tim, bukan hanya soal pergantian ini, tetapi tentang semua hal. Kami sudah membahasnya akhir pekan lalu dan kembali mendiskusikannya di pabrik," ujarnya di Suzuka.

"Segala sesuatu sudah saya bagikan dengan tim, bagaimana perasaan saya tentang semuanya. Terkadang, tidak selalu perlu membagikan semuanya ke publik. Saya rasa itu lebih baik," tambahnya.

Performa Lawson dan Tsunoda di Musim 2025

Dua balapan pertama musim 2025 menempatkan Verstappen di posisi kedua klasemen pembalap dengan selisih delapan poin dari Lando Norris (McLaren).

Sementara itu, Lawson belum berhasil meraih satu poin pun dalam dua balapan awalnya bersama Racing Bulls. Sebaliknya, Tsunoda mengumpulkan tiga poin sebelum akhirnya naik ke tim utama Red Bull dan akan menjalani debutnya di Grand Prix Jepang.

Bagi Tsunoda, ini adalah momen spesial karena bisa membalap untuk Red Bull di depan publik negaranya sendiri. "Ini adalah situasi terbaik yang pernah ada," ujarnya. Ia juga mengungkapkan impiannya meraih podium pertamanya di F1 di Jepang.

Ketika ditanya mengenai ekspektasi dari tim, Tsunoda dengan tegas menyatakan prioritas utama Red Bull tetap pada Verstappen. "Pada dasarnya, saya harus sedekat mungkin dengan Max, yang pada akhirnya akan memberikan hasil bagus bagi tim dan juga membantu strategi balapan," kata pembalap berusia 24 tahun itu.

"Mereka dengan jelas mengatakan prioritas utama adalah Max, dan saya sepenuhnya memahami itu. Dia adalah juara dunia empat kali dan bahkan dalam situasi sulit, dia masih bisa tampil luar biasa.

"Harapan mereka adalah agar saya bisa sedekat mungkin dengan Max, serta membantu pengembangan mobil dengan umpan balik saya. Mereka tampaknya sangat senang dengan masukan saya di Abu Dhabi saat tes pascamusim, jadi saya hanya perlu melanjutkannya. Tapi untuk saat ini, prioritas utama adalah tetap dekat dengan Max, yang tentu saja tidak akan mudah," pungkasnya. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |