Uskup Labuan Bajo Gelar Ibadat Jalan Salib di Tahanan Polres Manggarai Barat

6 hours ago 2
Uskup Labuan Bajo Gelar Ibadat Jalan Salib di Tahanan Polres Manggarai Barat Uskup Labuan Bajo Mgr. Maximus Regus menggelar ibadat jalan salib bersama puluhan tahanan di Polres Manggarai Barat.(MI/Marianus Marselus)

 USKUP Labuan Bajo Mgr. Maximus Regus menggelar ibadat jalan salib bersama puluhan tahanan di Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain ibadah bersama Mgr. Maximus juga melakukan pelayanan ibadat pengakuan jelang Hari Raya Paskah bagi tahanan.

Ibadat di tahanan itu bagian dari pelayanan keuskupan Labuan Bajo bagi umat yang tidak bisa mengikuti ibadat di gereja sekitar karena harus menjalankan proses hukuman.

Mgr. Maximus mengatakan ibadat jalan salib mengajarkan nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan ketekunan, yang dapat menjadi panggilan untuk berempati dan solidaritas sosial dengan penderitaan sesama.  

"Ibadah jalan salib membantu kita untuk merenung dan memperbaiki diri, meningkatkan hubungan spiritual dengan Tuhan, memberikan dukungan moral dan spiritual, membantu menemukan kedamaian batin serta memberikan motivasi baru untuk menjalani hidup selama berada dalam tahanan," ujar Mgr. Maximus, Jumat (4/4).
 
Mgr. Maximus berharap melalui jalan salib itu para tahan mampu bangkit bersama Kristus dan menjalani hidup tetap dengan semangat meskipun berada di dalam tahanan. “Kita harus mampu bangkit bersama Kristus dan menjalani hidup dengan tetap semangat meski berada di dalam tahanan," tegas Mgr Maksi.

Kapolres Manggarai Barat Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang berbangga Uskup Labuan Bajo dengan kerendahan hati mau masuk dan bergabung ibadat bersama para tahanan.
 
"Harapan kami semoga kegiatan ini akan terus berlanjut sehingga meningkatkan moral, iman serta para tahanan bisa mengevaluasi diri mereka selama berada di dalam sel," harap AKBP Kadang.
 
Dia juga meminta Mgr. Maximus untuk bersedia memberikan kritikan terhadap pelayanan yang dilakukan setiap satuan unit kerja Polres Manggarai Barat.

"Kami mohon kerja sama dari Bapa Uskup apabila ada dari anggota Polres atau anggota kami yang aneh-aneh, kami mohon diberitahu kami. Kami umat dan anaknya Uskup, kami wajar dijewer atau pun diberitahu," pintanya. (E-2)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |