
STASIUN Klimatologi Kupang melaporkan semua kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat pendek atau 1-5 hari berturut-turut pada dasarian III Maret 2025.
Namun masih ada wilayah yang mengalami hari tanpa hujan antara 6-10 hari atau kategori pendek yakni di Melolo, ibu Kota Kecamatan Rindi Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, kemudian Besikama dan Kaputu di Kabupaten Malaka. "Untuk curah hujan pada Dasarian III Maret, umumnya dengan kategori menengah atau 51-150 millimeter per dasarian," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kupang Rahmatulloh Adji di Kupang, Jumat (4/4).
Namun, lanjut Rahmatulloh, sebagian kecil wilayah sembilan kabupaten mengalami curah hujan kategori rendah antara 0-50 millimeter (mm) per dasarian yakni Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Malaka.
Adapun curah hujan kategori tinggi atau 151-300 mm per dasarian masih dialami sebagian besar 18 kabupaten antara lain Manggarai, Ngada, Nagekeo, Rote Ndao, Sabu Raijua, Belu, Alor, Sumba Timur, dan Ende.
Rahmatulloh menyatakan, sebagian kecil empat daerah mengalami curah hujan sangat tinggi yakni lebih dari 300 mm per dasarian. Empat daerah itu ialah Kota Kupang, Lembata, Manggarai, dan Sumba Timur.
Menurutnya, sesuai peta prediksi curah hujan probabilistik dasarian I April 2025, wilayah NTT pada umumnya diprediksi akan mengalami curah hujan dengan kategori menengah atau 51-100 mm per dasarian) dengan peluang terjadi sebesar 71-100 persen.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek mengatakan, saat ini sebagian besar wilayah NTT berada pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak hujan sedang dan angin kencang di beberapa wilayah yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi saat peralihan musim tersebut. (H-3)