
WAKIL Presiden JD Vance meremehkan kekhawatiran soal volatilitas pasar setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang luas, dengan menyebut reaksi pasar sebenarnya lebih baik dari yang diperkirakan.
“Kami merasa cukup optimis. Jujur saja, saya pikir dalam beberapa hal, reaksi pasar bisa saja lebih buruk, karena ini adalah transisi besar,” kata Vance dalam wawancara dengan Newsmax.
CNN melaporkan pasar saham AS anjlok, menandai hari terburuk bagi ketiga indeks pasar utama sejak 2020. Nilai dolar AS menghapus seluruh kenaikan sejak Trump terpilih kembali.
“Dengar, satu hari buruk di pasar saham dibandingkan dengan apa yang dikatakan Presiden Trump sebelumnya — dan saya pikir dia benar soal ini — kita akan memiliki pasar saham yang booming dalam jangka panjang karena kita sedang melakukan investasi ulang di Amerika Serikat,” ujar Vance.
Ia melanjutkan, “Orang-orang di Wall Street telah meraih banyak keuntungan. Kami ingin mereka tetap sukses. Tapi perhatian utama kami adalah pada para pekerja Amerika dan bisnis kecil di Amerika. Merekalah yang akan paling diuntungkan dari kebijakan ini.”
Vance juga mengulang analogi Trump yang membandingkan ekonomi AS dengan "pasien yang sangat sakit" yang telah menjalani operasi dan “sekarang saatnya untuk memulihkan pasien tersebut.”
Selain itu, Vance juga menanggapi hubungan Presiden Trump dengan Elon Musk, dengan mengatakan bahwa Trump memiliki “kepercayaan penuh pada Elon” dan hubungan mereka “lebih dari sekadar baik-baik saja.”
Ia juga berusaha menjauhkan tiga pemecatan di Dewan Keamanan Nasional dari pertemuan Trump dengan Laura Loomer, dengan menyatakan mereka yang dipecat adalah “orang-orang baik, tetapi mereka tidak membantu agenda presiden.” Vance juga menyebut Trump menikmati waktunya saat makan malam bersama Bill Maher awal pekan ini. (CNN/Z-2)