Eks Sekjen Pordasi DKI Tewas di Gumuk Pasir Bantul, 2 Orang Ditangkap

6 hours ago 1

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sesosok mayat pria tanpa identitas yang diduga merupakan korban pembunuhan ditemukan di area Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul. Dua terduga pelaku telah ditangkap polisi.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, korban kali pertama ditemukan oleh saksi yang sedang mencari rumput pada Rabu (28/1) kemarin sekitar pukul 07.30 WIB. Saksi lantas melaporkan temuan ini ke petugas Polsek Kretek.

Kata Rita, saat ditemukan korban yang berjenis kelamin laki-laki ini dalam keadaan telentang dengan posisi kedua kaki menekuk, kedua tangan tertekuk di dada, dan kedua matanya terbuka. Korban memiliki ciri-ciri tinggi tubuh 160 centimeter. Ia ditemukan tanpa identitas dan mengenakan celana hitam pendek, kaos dalam putih dan kaos luar kerah biru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil pemeriksaan medis mengungkap sejumlah luka pada tubuh korban, antara lain lebam di sekitar bola mata, luka sekitar 4 centimeter di pelipis kanan, luka di pangkal hidung sepanjang 1,5 centimeter, lebam mulut kiri, sobek 1,5 centimeter pada daun telinga kiri, 2 centimeter pada telinga kanan. Selain itu, rahang kiri bengkak dan leher depan lebam.

"(Waktu perkiraan) meninggal dunia diperkirakan lebih dari dua jam (sejak ditemukan)," kata Rita dalam keterangannya.

Pengecekan melalui alat INAFIS Portable System dan perbandingan manual identik dengan telunjuk tangan kanan mengungkap identitas korban berinisial HM (68), warga Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Korban eks Sekjen Pordasi DKI

Melansir detikcom, identitas korban diketahui merupakan Herlan Matrusdi (68), mantan Sekretaris Jenderal Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta.

Kepastian itu datang dari keluarga korban yang langsung mendatangi RS Bhayangkara Yogyakarta. Putra korban, Agi Irvan Majibi (40), memastikan melalui pengamatan langsung serta kecocokan foto dan ciri-ciri fisik jenazah.

"Foto, pakaian, dan ciri jasad yang ditemukan di Bantul itu adalah ayah saya," ujar Agi, Kamis (29/1).

Agi bilang, ayahnya tercatat sudah sekitar enam hingga tujuh bulan tidak pulang ke rumah di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selama berbulan-bulan kepergian itu, keluarga tidak mengetahui keberadaan Herlan.

Kabar ayahnya baru diketahui lewat unggahan di grup Pordasi DKI Jakarta di media sosial, Jumat (23/1), yang mengabarkan Herlan sudah meninggal dunia.

Unggahan tersebut menampilkan foto yang memperlihatkan kondisi Herlan dengan hidung tertutup kapas, mata lebam, dan tubuh terselimuti hingga leher.

Keluarga terkejut dan segera menghubungi nomor ponsel Herlan. Kendati, respons datang melalui pesan suara yang menyatakan bahwa ia dalam keadaan baik.

"Pas ibu minta share location, bapak tidak mau memberikan. Katanya bahaya," kata Agi.

Dua terduga pelaku ditangkap

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menuturkan, kepolisian telah menetapkan dua orang sebagai tersangka di balik peristiwa kematian Harlan pada Jumat (30/1) ini.

Kedua tersangka atas inisial RM (42), warga Ampel, Boyolali, Jawa Tengah dan FM (61), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sebelum penetapan status tersangka, keduanya telah dimintai keterangan terlebih dahulu oleh kepolisian.

Kedua tersangka, berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga telah melakukan tindak pidana kekerasan atau penganiayaan secara bersama-sama alias pengeroyokan hingga menyebabkan Herlan meninggal dunia.

"Terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan di Polres Bantul," pungkas Rita.

(kum/wis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |