Di Aceh Harga Cabai Merah Diperkirakan Naik Pekan Terakhir Jelang Ramadan

1 month ago 19
Di Aceh Harga Cabai Merah Diperkirakan Naik Pekan Terakhir Jelang Ramadan Aktivitas pedagang cabai merah di pasar sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Ibu Kota Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

HARGA cabai merah dan bawang merah di berbagai wilayah di Aceh diperkirakan akan naik pada pekan terakhir menjelang bulan Ramadan. Itu merupakan kebiasaan yang terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya. 

Hal itu diakui Fadli, pedagang cabai merah eceran di Pasar Sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Ibu Kota Kabupaten Pidie, Aceh. Apalagi sekarang sedang musim tanam padi rencengan, yaitu banyak lahan sawah tidak ditanami cabai. 

"Sekarang hasil produksi cabai merah terbatas. Karena lahan sawah yang sering ditanami cabai, kini sedang dipenuhi padi. Jadi hasil produksi cabai hanya dari lahan kebun," tutur Fadli, Rabu (19/2). 

Adapun amatan Media Indonesia, di pasar sayur Pante Teungoh, pada Kamis pagi, yaitu harga cabai merah kwalitas terbaik Rp42.000/kg (kilogram). Sedangkan harga cabai merah kwalitas sedang (standar) Rp35.000/kg.

Harga tersebut tidak stabil yaitu sering berubah rubah atau naik turun sejak dua pekan terakhir. Tidak diketahui secara jelas penyebabnya, apakah karena pasokan dari petani tidak stabil atau olah permainan pasar. 

Nurbaiti ibu rumah tangga dan pemerhati masalah sosial masyarakat di Kabupaten Pidie, juga menuturkan kemungkinan terjadi kenaikan bahan dapur termasuk cabai merah cukup berpeluang. Pasalnya di wilayah paling ujung barat Indonesia itu ada tradisi hari mameuggang (hari penyembelihan hewan ternak sapi atau kerbau) dua hari menjelang bulan puasa. Dua hari itu kebutuhan cabai cukup tinggi untuk bahan bumbu daging atau bumbu dapur. 

"Konsumsi lauk daging menjelang dua hari memasuki puasa dan dua hari menjelang lebaran sudah seperti keharusan tradisi turun temurun. Maka kebuttuhan bahan bumbu termasuk cabai merah cukup tinggi," tutur Nurbaiti.

Dikatakannya, pemerintah diharapkan memantau harga berbagai bahan baku bumbu masak dan bahan pokok. Hal itu penting untuk mengawasi permainan pasar.

Menurut Nurbaiti, persoalan kenaikan harga bahan dapur atau bahan pokok lainnya sangat sederhana bila tidak dicermati lebih dalam. Ternyata kalau dikaji lebih dalam ini persoalan dasar kebutuhan setiap keluarga saban hari. 

"Dan ini cukup berpotensi terhadap perekonomian masyarakat luas. Apalagi sudah tidak sesuai lagi antara kebutuhan dasar dibandingkan dengan pendapatan harian. Kecil memang tapi bisa berakibat lebih luas," tutur ibu berusia 44 tahun yang memiliki industri rumah tangga bahan pakaian muslimah itu. (MR/E-4) 

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |