
AKTRIS Blake Lively kembali mengajukan gugatan yang diperbarui terhadap lawan mainnya, Justin Baldoni. Ada tambahan hampir 50 halaman dokumen baru yang memperkuat tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan yang dialaminya.
Gugatan yang diajukan ke pengadilan federal New York pada Selasa ini menyatakan beberapa perempuan lain yang bekerja di lokasi syuting film It Ends With Us juga merasa tidak nyaman dengan perilaku Baldoni yang tidak diinginkan.
Kesaksian dari Rekan Sesama Aktris
Gugatan ini mengungkap seorang aktris lain yang turut membintangi film tersebut telah melaporkan kekhawatirannya kepada Sony, distributor film tersebut. Lively menegaskan ia bukan satu-satunya yang merasa tidak nyaman dengan tindakan Baldoni di lokasi syuting.
Setelah mengetahui adanya keluhan tersebut, Baldoni diduga justru melakukan tindakan balasan terhadap Lively dengan menyewa tim manajemen krisis dan menjalankan kampanye untuk merusak reputasinya.
“Gugatan ini mencakup bukti signifikan bahwa Ms. Lively bukan satu-satunya yang mengajukan tuduhan pelanggaran di lokasi syuting lebih dari satu tahun sebelum film diedit,” kata pengacara Lively, Esra Hudson dan Mike Gottlieb, dalam pernyataannya kepada CNN. Mereka juga menuduh berbagai pihak, termasuk tim Baldoni, telah melakukan intimidasi terhadap saksi lainnya.
Respons dari Pihak Baldoni
Menanggapi gugatan ini, pengacara Baldoni menyebut tuduhan yang diajukan Lively sebagai “tidak meyakinkan” dan “penuh dengan pernyataan dari pihak yang tidak disebutkan namanya serta tidak lagi bersedia mendukung klaim tersebut secara publik.”
Gugatan yang diperbarui juga menambahkan dua tuntutan baru, termasuk pencemaran nama baik. Lively menuduh pengacara Baldoni, Bryan Freedman, membuat pernyataan yang merusak reputasinya di media sebagai bentuk pembalasan karena telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Baldoni.
Perjalanan Kasus Menuju Persidangan 2026
Kasus ini merupakan babak terbaru dalam konflik hukum antara Lively dan Baldoni, yang sebelumnya membintangi film It Ends With Us sebagai pasangan di layar lebar. Lively pertama kali mengajukan tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan pada Desember 2024 dalam gugatan hak sipil sebelum mengajukan tuntutan hukum ini.
Sementara itu, Baldoni juga melayangkan gugatan terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds, dengan klaim bahwa mereka berusaha merusak reputasinya dan mengambil alih kendali kreatif atas film tersebut. Baldoni menuntut ganti rugi sebesar US$400 juta terhadap pasangan itu serta tambahan US$250 juta terhadap The New York Times, yang ia tuduh telah menerbitkan narasi sepihak terkait kasus ini.
Sejak kasus ini mencuat, Baldoni telah dipecat dari agensi bakat WME, yang juga menaungi Lively dan Reynolds. Dukungan terhadap Lively pun datang dari berbagai pihak, termasuk serikat aktor SAG-AFTRA dan Sony, studio yang memproduksi It Ends With Us.
Persidangan untuk kasus ini dijadwalkan akan dimulai pada Maret 2026. Hakim telah memperingatkan kedua belah pihak untuk tidak membuat pernyataan publik yang dapat memengaruhi jalannya kasus. Jika pernyataan publik terus berlanjut, hakim berhak mempercepat jadwal persidangan.
Seiring dengan perkembangan kasus, pengacara Lively telah mengajukan permintaan untuk mendapatkan catatan komunikasi dari Baldoni dan timnya dalam dua tahun terakhir guna mengungkap sejauh mana dugaan kampanye pencemaran nama baik yang dilakukan terhadap Lively. Baldoni, melalui pengacaranya, menolak permintaan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya yang berlebihan.
Kasus ini terus menarik perhatian publik, dengan banyak pihak menantikan hasil persidangan yang akan datang. (CNN/Z-2)