4 Desa di Donggala Sulteng Banjir, 3 Rumah Hanyut dan Jembatan Putus

8 hours ago 6

Makassar, CNN Indonesia --

Sebanyak empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) terendam banjir hingga 3 rumah milik warga dilaporkan hanyut terbawa arus air.

"Iya, ada empat desa di Kecamatan Tanantovea terendam banjir," kata Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir tersebut terjadi sekitar pukul 11.35 WITA, akibat hujan deras mengguyur Kabupaten Donggala. Sejumlah desa yang terendam yakni Desa Wani 1, Desa Wani 2, Desa Wani 3, dan Desa Wani Lumbumpetigo.

"Hujan lebat meningkatkan debit sungai sehingga air meluap dan merusak pondasi jembatan di wilayah itu," ungkapnya.

Asbudianto menyebut ada tiga rumah warga di Desa Wani 1 hanyut. Sementara ini, masih dalam pendataan untuk rumah terdampak akibat banjir.

"Saat ini, dampak banjir di Desa Wani 2, Desa Wani 3 mengalami satu rumah rusak dan jembatan penghubung desa terputus. Kemudian masih didata kondisi di Desa Wani Lumbumpetigo," ujarnya.

Sementara ini, kata Asbudianto, tim BPBD Donggala telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan pendataan dan memantau lokasi terdampak banjir.

"Saat ini, jembatan darurat dan bantuan logistik dibutuhkan," katanya.

Puluhan warga mengungsi di Makassar

Sementara itu banjir juga meredam kawasan Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 14 kepala keluarga atau 53 jiwa harus mengungsi ke kantor lurah.

"Tercatat 14 KK dengan total 53 jiwa mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Katimbang," kata Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, Minggu (11/1).

Berdasarkan hasil pemantauan BPBD Makassar, kata Fadli banjir tersebut terjadi pada Sabtu (10/1) akibat curah hujan yang tinggi sehingga air mulai menggenangi di wilayah Kompleks Kodam 3 yang diketahui merupakan daerah langganan banjir jika musim penghujan tiba.

"Ketinggian air di lokasi tersebut berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Meski terjadi genangan, akses jalan masih dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi cuaca dilaporkan cerah dan situasi secara umum aman serta terkendali," ungkapnya.

Fadli menuturkan bahwa pihaknya bergerak cepat sejak awal terpantau adanya potensi banjir dan luapan air.

"Begitu ada potensi membahayakan, kami hadir untuk memastikan keselamatan warga, melakukan pendataan, dan memastikan kondisi tetap terkendali," katanya.

(fra/mir/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |