
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (5/4) memecat wakilnya yang membidangi urusan parlemen karena melakukan perjalanan mewah ke Kutub Selatan selama liburan Tahun Baru Persia (Nowruz).
Wakil presiden bernama Shahram Dabiri itu berpelesir untuk bersenang-senang saat kondisi Iran tengah bergulat dengan hiperinflasi di tengah krisis ekonomi yang menggigit.
Sebuah foto yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir menunjukkan Dabiri, bersama seorang wanita yang diidentifikasi sebagai istrinya, berpose di dekat kapal pesiar Plancius.
Dalam sebuah dekrit yang dikeluarkan untuk wakilnya itu, Presiden Pezeshkian mengatakan bahwa setelah meninjau laporan tentang perjalanan Dabiri, ia memutuskan untuk memberhentikannya.
“Mengingat banyaknya kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat, perjalanan mewah yang dilakukan oleh pejabat, meskipun dibiayai oleh pendapatan pribadi, tidak dapat dipertahankan dan dibenarkan serta bertentangan dengan gaya hidup minimalis yang diharapkan dari pejabat Iran,” tegas Presiden.
“Persahabatan lama kita dan layanan Anda yang tak ternilai di Wakil Presiden Urusan Parlemen tidak menghalangi prioritas kepatuhan terhadap kejujuran, keadilan, dan janji-janji yang dibuat kepada rakyat,” ujar Pezeshkian.
Juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, menyebut keputusan Presiden Pezeshkian tersebut menunjukkan bahwa ia tidak memiliki pakta persaudaraan dengan siapa pun, dan satu-satunya kriterianya adalah potensi, keadilan, kejujuran, dan kepentingan publik.
Kapal pesiar Plancius berbendera Belanda telah menawarkan ekspedisi mewah ke Antartika sejak 2009, dengan satu agen mematok harga perjalanan delapan hari sebesar 3.885 euro (sekitar Rp71 juta) per orang. (IRNA/Arab News/B-3)