Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah terus mempercepat upaya penyelamatan satwa liar, khususnya orangutan dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan karhutla tidak hanya berdampak terhadap manusia, tetapi juga satwa liar.
Raja Juli menyebut Kementerian Kehutanan bersama instansi terkait dan mitra konservasi terus memperkuat langkah konkret untuk menyelamatkan satwa terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebenarnya sudah banyak kerja yang dilakukan antara Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Barat, Pak Kepala Dinas juga, dengan mitra-mitra ya, termasuk Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Kerja sama selama ini berjalan dengan baik, namun dalam konteks karhutla ini, kita kerja samanya lebih diperkuat lagi," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).
Raja Juli menyebut penguatan itu dilakukan dengan meningkatkan patroli di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla. Kendaraan patroli akan dikerahkan lebih banyak dan lebih sering untuk memantau keberadaan satwa.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan orangutan yang keluar dari habitatnya ataupun masuk ke wilayah permukiman. Laporan dapat disampaikan melalui nomor call center yang telah disosialisasikan.
Menurut Raja Juli, kecepatan laporan dan tindakan penyelamatan menjadi faktor penting dalam penanganan satwa yang terdampak karhutla.
"Kecepatan melaporkan dan kecepatan untuk me-rescue ini sangat penting, karena semakin lama orangutannya mengalami misalkan penyakit pernapasan ya, dari dampak karhutla, dan terlambat untuk di-treatment secara baik, nah itu akan mengakibatkan fatal," ucap dia.
Selain memperkuat patroli, dukungan terhadap tim dan mitra konservasi di lapangan juga ditingkatkan. Sejumlah kebutuhan untuk penanganan satwa dan pencegahan kebakaran disiapkan, mulai dari pompa air, pipa, hingga selang.
Kemudian, peralatan medis untuk menangani satwa terdampak asap dan karhutla turut diperkuat, termasuk tabung oksigen dan nebulizer. Apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan tenaga medis, pemerintah membuka opsi mengerahkan dokter hewan dari balai lain yang wilayahnya tidak terdampak karhutla.
"Jadi apinya kita usahakan padam, padamkan ya, tapi di saat bersamaan, langkah emergensi untuk rescue ini menjadi sangat penting sekali," tutur Raja Juli.
Menurut Raja Juli, satwa yang berhasil diselamatkan akan diperiksa kesehatannya sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat yang dinilai aman dari karhutla.
Ia menekankan pelepasliaran perlu dilakukan sesegera mungkin agar orangutan tidak terlalu lama berada di kandang dan tetap mempertahankan perilaku liarnya.
"Jadi secepat mungkin bisa kita lepasliarkan di tempat yang kita identifikasi aman ya. Ada beberapa sudah diidentifikasi beberapa tempat, namun juga harus diatur tidak semua berada di lokasi yang sama, terutama untuk jantan yang memang sangat teritorial ya," tutur dia.
Lebih lanjut, Raja Juli menyebut langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Yakni, penanganan karhutla yang tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga perlindungan masyarakat dan penyelamatan satwa liar terdampak.
"Pak Prabowo Subianto, secara personal beliau adalah pecinta satwa liar ya. Beberapa satwa liar yang dicintai itu gajah dan orangutan ya. Jadi beliau juga memerintahkan ya, kepada saya, untuk padamkan karhutlanya, segera mungkin," ujarnya.
(dis/fra)

4 hours ago
4

















































