Kapal Virgo 8 Terbalik di Laut Jawa: 6 Orang Tewas, Ratusan Hilang

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Insiden kecelakaan kapal kembali terjadi di perairan Indonesia. Belum genap sebulan insiden, KMP Nurul Salsa pada awal September, kini KM Virgo Transport 8 mengalami insiden terbalik di Laut Jawa.

Insiden itu terjadi di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita dalam pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Dalam pelayaran itu, KM Virgo memuat 243 orang penumpang, terdiri dari awak kapal hingga kru. Dari jumlah itu, sebanyak 103 orang sudah dievakuasi, 97 di antaranya dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, sebanyak 140 orang lainnya masih dalam pencarian, per Minggu (14/6).

Kronologi

Basarnas Banjarmasin mengungkap, Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 GMT.

Pada pukul 02.00 WITA, kapal dilaporkan hilang kontak setelah sempat mengalami cuaca buruk dalam perjalanan. General Manager PT Virgo Yoel Rihi kemudian melapor ke Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA.

"Hingga laporan diterima, kapal belum dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui," demikian rilis resmi Basarnas Banjarmasin yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (13/9).

Sebagai tanggapan, pada pukul 04.30 WITA Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim rescue berjumlah enam personel menuju Dermaga SAR Basirih. Tim lalu melanjutkan perjalanan ke lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.

Miring hingga tenggelam

Sementara, salah satu penumpang selamat Ahmad Saudi menceritakan kesaksian detik-detik kapal Virgo yang ditumpanginya miring hingga tenggelam di lautan.

Saat insiden, Ahmad mengaku tengah tidur ketika insiden terjadi. Ia terbangun karena orang-orang dalam kapal berlarian.

"Kejadiannya sangat singkat. Waktu saya tidur di kursi, orang berlarian. Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan," cerita Ahmad.

Dalam kondisi itu, Ahmad langsung berpegangan pada jendela, hingga harus berpindah ke bagian atas kapal. Dia berusaha bertahan selama mungkin di kapal sampai ia akhirnya ada perahu karet yang dilepas ke lautan.

"Langsung saya lari ke bawah, terus saya ke jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring. Abis miring, saya naik ke atas, nunggu sampai kapal tenggelam. Baru ada kapal karet itu keluar, baru saya loncat," katanya.

Menurut dia, masih banyak penumpang yang berada di dalam kamar-kamar kelas ekonomi ketika kapal miring.

Menurut Ahmad, para penumpang yang mayoritas perempuan dan anak-anak itu terjebak. Sementara para penumpang laki-laki yang berada di luar kamar dengan segera menyelamatkan diri.

"Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi itu mungkin enggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja enggak ada," katanya.

Dia menambahkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Meski sudah selamat di perahu karet, Ahmad mengaku situasi tak langsung aman. Kondisi ombak dan angin kencang membuat perahunya terombang-ambing hebat.

Ratusan penumpang dievakuasi

Sejumlah penumpang Kapal Virgo Transport 8 kemudian dievakuasi dengan beberapa kapal penolong menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Data terakhir per pukul 17.00 Wita, Minuggu, sebanyak 153 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat maupun meninggal dunia.

Selain MV Haida yang membawa 69, beberapa kapal lain yang dikerahkan yakni TB TCP, TB Mauhan, dan KM Cahaya Bahari. Per pukul 14.30 Wita, terkonfirmasi ada 6 korban meninggal dunia (MD). Lima orang di antaranya diangkut di TB TCP, sementara satu korban MD di TB Mauhaw.

(thr/isn)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |