Hari Ketujuh Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Sisir 7 Area

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian ini sudah memasuki hari ketujuh pada Senin (14/7) hari ini.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan operasi SAR terus dioptimalkan melalui pengerahan berbagai unsur dan perluasan sektor pencarian di perairan Selat Sunda.

"Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang. Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat," kata Al Amrad dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh, pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor. Yakni, Sektor X seluas 831 NM², Sektor Z seluas 512 NM², Sektor V seluas 1.182 NM², Sektor W seluas 1.167 NM², Sektor U seluas 481 NM², Sektor Y seluas 413 NM², serta Sektor H seluas 2.063 NM².

Pencarian di masing-masing sektor melibatkan sejumlah unsur laut. Di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal patroli lainnya.

Selain pencarian melalui jalur laut, operasi SAR juga didukung unsur udara berupa helikopter HR 3604 dan dua unit drone thermal Basarnas. Sementara untuk dukungan darat melibatkan personel serta sarana prasarana dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai potensi SAR lainnya.


Al Amrad menyebut operasi pencarian dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi cuaca di wilayah perairan Selat Sunda. Berdasarkan laporan rencana operasi, cuaca berawan, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10-20 knot, serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.

Al Amrad turut menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel tetap menjadi perhatian utama selama pelaksanaan operasi.

"Kami mengimbau seluruh unsur SAR Gabungan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan pencarian. Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil," tutur dia.

Hingga pelaksanaan rencana operasi SAR hari ketujuh, delapan korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan terus melaksanakan pencarian sesuai rencana operasi, perkembangan situasi di lapangan, dan hasil evaluasi bersama.

Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bermula ketika rombongan jurnalis berangkat menggunakan speedboat (kapal cepat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima pewarta foto, Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu).

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lain yang berada di dalam kapal yakni nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu. Ketiganya yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku ABK dan Heriyanto (49) selaku guide.

(dis/ugo)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |