Efisiensi Anggaran Jadi Kambing Hitam Penurunan Jumlah Pemudik

20 hours ago 3
Efisiensi Anggaran Jadi Kambing Hitam Penurunan Jumlah Pemudik Ilustrasi.(Antara)

PENURUNAN jumlah pemudik Lebaran 2025 terlihat dari kondisi di lapangan, khususnya di daerah-daerah tujuan pemudik. 

Peneliti di Inisiatif Strategis untuk Transportasi, Ki Darmaningtyas, mencontohkan seperti di wilayah DIY, baik di Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Gunungkidul yang biasanya saat arus mudik dan Lebaran dipadati dengan kendaraan pribadi kini terlihat sepi. 

Penurunan jumlah pemudik tahun ini sebetulnya sudah Darmaningtyas prediksi sebelum puasa, ketika pemerintah menerapkan kebijakan efesiensi anggaran. 

“Dampak efisiensi anggaran itu sangat luas dan berpenggaruh terhadap minat warga untuk melakukan mudik lebaran,” tegas Darmaningtyas, Kamis (3/4). 

“ASN-ASN muda, yang masih punya tanggungan anggsuran rumah dan kendaraan, pasti memilih tidak mudik, karena selama 3 bulan terakhir mereka tidak mendapatkan tambahan penghasilan,” tambahnya.

Darmaningtyas mengatakan mereka lebih baik mengefiensikan pendapatannya untuk membayar cicilan rumah dan kendaraan, sehingga memilih tidak mudik. Bagi kaum lansia, minat untuk bepergian amat dipengaruhi oleh berita-berita mengenai cuaca ekstrim.

Sedangkan untuk sektor swasta, banyak Perusahaan melakukan PHK. Hotel dan tempat hiburan juga sepi penggunjung dan ini dampaknya pada turunnya kesejahteraan karyawan sehingga mereka tidak bisa mudik, mereka lebih baik menghemat pendapatnya untuk kelangsungan hidup berikutnya sambil menunggu kepastian nasib mereka.

Darmaningtyas juga menilai persiapan pemerintah menyambut persiapan mudik lebaran berlebihan. Hal itu karena mengacu pada hasil survey Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan yang menyatakan bahwa 146 juta berpotensi untuk melakukan mudik Lebaran. 

Atas dasar hasil survei itulah, pemerintah dengan melibatkan berbagai stakeholder guna merumuskan kebijakan persiapan penyelenggaran angkutan mudik Lebaran. 

“Sayang dalam perumusan kebijakan ini hanya mendasarkan hasil survei saja, tidak mendasarkan pada evaluasi lapangan pelaksaan mudik lebaran 2024 maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat,” paparnya. 

“Bila mendasarkan pada hasil evaluasi arus mudik Lebaran 2024 dan kondisi perekonomian nasional, maka persiapannya tidak perlu berlebih, karena pasti jumlah pemudik akan turun,” ucapnya. (Ykb/P-3)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |