Tiga Strategi Presiden Hadapi Tarif Impor AS dan Tantangan Ekonomi Global

18 hours ago 6
Tiga Strategi Presiden Hadapi Tarif Impor AS dan Tantangan Ekonomi Global Tarif impor Trump(Antara)

KANTOR Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, termasuk kebijakan tarif impor baru dari Amerika Serikat.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO, Noudhy Valdryno, mengatakan bahwa Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman dalam membaca dinamika geopolitik yang terus berubah, termasuk langkah terbaru Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif impor sebesar 32% terhadap Indonesia.

“Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman melihat dinamika geopolitik. Pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” ujar Noudhy dikutip dari Antara, Kamis (3/4).

Menurut Noudhy, terdapat tiga strategi utama yang telah dan akan terus dilakukan oleh Presiden Prabowo untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Langkah pertama yang dinilai paling signifikan adalah memperluas jaringan perdagangan internasional. Sejak awal masa jabatannya, Presiden Prabowo mendorong berbagai perjanjian dagang bilateral dan multilateral, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang melibatkan negara-negara ASEAN, Australia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Selain itu, Indonesia juga tengah mengajukan keanggotaan dalam kelompok ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), yang mencakup lebih dari 40% perdagangan global. Pemerintah juga aktif dalam proses aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

“Keanggotaan dan kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global serta membuka lebih banyak akses pasar,” ungkap Noudhy.

Strategi kedua adalah mempercepat proses hilirisasi sumber daya alam guna meningkatkan nilai tambah dan menciptakan ketahanan ekonomi nasional. Presiden Prabowo telah meluncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sebagai instrumen utama dalam pembiayaan dan pengelolaan proyek hilirisasi.

BPI Danantara akan memfokuskan pendanaan pada sektor-sektor strategis seperti mineral, batu bara, minyak dan gas bumi, kelautan, perikanan, kehutanan, serta perkebunan.

“Langkah ini bertujuan tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah,” jelas Noudhy.

Strategi ketiga menyasar langsung kesejahteraan masyarakat melalui program-program penguatan konsumsi dalam negeri. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga akan membentuk 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, menciptakan jutaan lapangan kerja, serta mendorong perputaran uang di wilayah pedesaan.

“Dengan memperkuat hubungan dagang internasional, mengoptimalkan potensi sumber daya alam, dan meningkatkan konsumsi dalam negeri, Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia dapat tetap tumbuh meskipun di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” tegas Noudhy.

Trump Umumkan Tarif Impor Baru

Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4) waktu setempat mengumumkan penerapan tarif impor dan bea masuk sebesar 32% terhadap sejumlah produk dari Indonesia. Kebijakan ini diumumkan dalam momen yang disebut sebagai "Hari Pembebasan" (Liberation Day), dengan dalih meningkatkan produksi dalam negeri dan menciptakan kesetaraan tarif perdagangan.

Langkah ini memicu reaksi dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang kini tengah memperkuat posisi diplomatik dan ekonomi melalui strategi lintas sektor. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |