loading...
Presiden Donald Trump geram pada PM Israel Benjamin Netanyahu karena mengkritik rencana AS menjual jet tempur siluman F-35 ke Turki. Foto/US Air Force/Tech. Sgt. Nicolas Myers
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump geram dengan kritik terbuka Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas rencana penjualan jet tempur siluman F-35 AS ke Turki. Reaksi Trump ini diungkap Axios, mengutip dua pejabat Gedung Putih.
Secara bersamaan, pejabat Turki bertemu dengan anggota parlemen AS di Washington untuk membahas program jet tempur yang sama.
Baca Juga: Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Menurut laporan Axios, Jumat (17/7/2026), tidak ada pertemuan antara Trump dan Netanyahu yang dijadwalkan meskipun ada laporan di media Israel bahwa Trump akan menjamu PM Israel tersebut pada hari Senin mendatang.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Axios bahwa Trump kesal dengan pernyataan Netanyahu selama wawancara Fox News tak lama sebelum Trump melakukan perjalanan ke Ankara untuk KTT NATO 7-8 Juli. Dalam wawancara tersebut, Netanyahu mengkritik niat Trump untuk menjual F-35 ke Turki.
Seorang pejabat kedua mengatakan kepada Axios bahwa Trump percaya Netanyahu "tidak berhak" untuk ikut campur dalam usulan penjualan F-35.
Netanyahu telah mengunjungi Oval Office Gedung Putih enam kali sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025, lebih banyak daripada pemimpin dunia lainnya, dengan setiap pertemuan tersebut dijadwalkan dalam hitungan jam atau hari.
Kali ini, menurut laporan Axios, Netanyahu telah berusaha untuk mendapatkan janji temu selama lebih dari dua minggu, penundaan yang menurut media tersebut menandakan perbedaan kepentingan antara kedua pemimpin dan meningkatnya kekecewaan Gedung Putih terhadap Netanyahu lima bulan setelah keduanya melancarkan perang bersama melawan Iran.
Setelah pengumuman kematian Senator AS pro-Israel, Lindsey Graham, kantor Netanyahu menyatakan bahwa dia ingin menghadiri pemakaman Graham. Para ajudan kemudian mengonfirmasi bahwa Netanyahu berencana untuk melakukan perjalanan ke AS akhir pekan untuk bertemu dengan Trump pada hari Senin.
Menurut laporan Axios, kantor Netanyahu bahkan telah memberi tahu Angkatan Udara Israel (IAF) untuk mempersiapkan pesawat pemerintahnya dan mengirim tim protokol dan keamanan pendahuluan ke Washington.
Perjalanan itu dibatalkan setelah upacara pemakaman Graham ditunda, menurut pernyataan dari kantor Netanyahu.


















































