Obat Kuat dengan Efek hingga 3 Hari, Amankah? Yuk Kenali Faktanya Sebelum Mengkonsumsi

7 hours ago 10

loading...

Belakangan ini, obat kuat yang diklaim mampu bekerja hingga tiga hari semakin banyak diperbincangkan. Namun perlu keputusan bijak untuk mengkonsumsinya. Foto/Istimewa

JAKARTA - Belakangan ini, obat kuat yang diklaim mampu bekerja hingga tiga hari semakin banyak diperbincangkan. Klaim seperti "cukup diminum sekali, efeknya bertahan hingga 72 jam" tentu menarik perhatian banyak pria yang ingin meningkatkan kualitas kehidupan seksualnya.

Namun, di balik popularitas tersebut, muncul pertanyaan yang tak kalah penting: apakah obat dengan durasi kerja panjang benar-benar aman untuk dikonsumsi? Baca juga: 5 Olahraga yang Bisa Mengatasi Disfungsi Ereksi Selain Senam Kegel

Menurut Dr. dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, M.Kes., MARS., SpU(K), FICS, salah satu kandungan yang umum digunakan pada obat disfungsi ereksi dengan efek jangka panjang adalah tadalafil, yang termasuk dalam golongan PDE5 inhibitor. Obat ini bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis sehingga membantu terjadinya ereksi saat terdapat rangsangan seksual. ”Artinya, tadalafil tidak menyebabkan ereksi secara terus-menerus tanpa adanya stimulasi seksual,” katanya, Jumat (17/7/2026).

Karena memiliki durasi kerja yang relatif lama, tadalafil kerap dijuluki sebagai weekend pill. Efeknya dapat bertahan sekitar 36 hingga 72 jam, sehingga memberikan rentang waktu yang lebih fleksibel dibandingkan obat dengan durasi kerja lebih singkat. Kandungan ini juga telah melalui berbagai uji klinis dan digunakan secara luas dalam dunia medis, termasuk pada sejumlah produk yang mengandung tadalafil seperti merek pil cula hitam dll.

Memberikan Fleksibilitas
Salah satu alasan tadalafil banyak dipilih adalah karena tidak mengharuskan pengguna mengatur waktu konsumsi secara ketat sebelum berhubungan intim. Dengan durasi kerja yang lebih panjang, pengguna memiliki fleksibilitas lebih sehingga momen bersama pasangan terasa lebih alami dan tidak terburu-buru. Meski demikian, bukan berarti obat ini boleh digunakan secara sembarangan.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |