Siswi SD 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan Dituntut 8 Bulan Rawat Psikologi

1 hour ago 1

Medan, CNN Indonesia --

Persidangan siswi sekolah dasar (SD) usia 12 tahun berinisial AS yang membunuh ibu kandungnya di rumah mereka di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan telah memasuki tahap penuntutan.

Kasi Intel Kejari Medan, Valentino Harry Marpaung mengatakan jaksa penuntut umum telah menuntut AS dengan perawatan psikologi selama 8 bulan di Lembaga Kesejahteraan Sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwa jaksa menjatuhkan tuntutan terhadap Anak dengan perawatan berupa pendampingan dan intervensi psikologi di Lembaga Kesejahteraan Sosial Tanjung Morawa selama 8 bulan dengan pendampingan dan pembimbing oleh Balai Pemasyarakatan," kata Valentino kepada CNN Indonesia, Sabtu (30/5/2026).

Valentino menyebutkan Anak harus dinyatakan bersalah dan dipidana dengan pidana yang setimpal dengan perbuatannya. Perbuatan AS telah melanggar Pasal 458 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012.

"Adapun yang menjadi dasar jaksa penuntut umum menjatuhkan tuntutan antara lain hal yang memberatkan bahwa perbuatan AS mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkapnya.

Sedangkan hal hal yang meringankan anak perempuan tersebut mengakui perbuatannya dan menyesalinya. Kemudian Anak bersikap sopan di persidangan, anak belum pernah dihukum, anak masih berusia 12 Tahun.

"Selain itu Anak masih memiliki masa depan. Akibat perilaku orang tua yang tempramental sering memukul Anak berulang dan mengucapkan kata-kata kotor sewaktu marah membuat mental anak tertekan," terangnya.

Selanjutnya Anak sudah terpengaruh game roblox dan sering menonton film Detective Conan sehingga membuat anak ingin meniru film dan game tersebut.

"Bahwa konflik antara ibu dan ayahnya membuat mental Anak rusak dikarenakan kondisi kepribadian anak yang masih labil," paparnya.

Diketahui, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada pada Rabu (10/12/2025). Siswi sekolah dasar berusia 12 tahun berinisial AS menikam FS yang tak lain ibu kandungnya sendiri hingga tewas di rumah mereka di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara.

(bac/fnr/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |