Menko PM Muhaimin Dorong Kesehatan Mental Jadi Agenda Strategis

15 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa berbagai peristiwa tragis yang terjadi belakangan ini, termasuk kasus bunuh diri pada anak dan remaja, merupakan alarm serius untuk menjadikan kesehatan mental sebagai agenda strategis nasional.

Hal tersebut disampaikan Muhaimin dalam acara Dialog Solidaritas dan Partisipasi Publik 'Meningkatkan Ketahanan Psikososial sebagai Fondasi Pemberdayaan Masyarakat' di Universitas Indonesia, Kampus Salemba, Jakarta pada Jumat (27/2).

"Sekali lagi, kesehatan mental menjadi agenda strategis dan tanggung jawab bersama," kata Muhaimin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Kesehatan mencatat, sekitar 28 juta masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Angka tersebut menunjukkan persoalan yang kompleks dan multidimensi, mulai dari kemiskinan struktural, lemahnya kohesi sosial, hingga kurangnya dukungan psikososial.

"Ini menunjukkan adanya gunung es yang sangat menghawatirkan yang setiap saat akan bisa lebih banyak dan lebih parah lagi," tambah Muhaimin.

Ia menjelaskan, gangguan kesehatan mental tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh faktor-faktor yang kompleks seperti kemiskinan struktural, tekanan sosial-ekonomi, lemahnya kohesi sosial, hingga kurangnya literasi dan dukungan psikososial di tingkat komunitas.

"Itulah tantangan yang harus kita lakukan bersama-sama untuk mengajak dan bersama-sama mengatasi akibat sekaligus kita mulai dari pemicu gangguan-gangguan kesehatan mental yang sangat kompleks ini," tuturnya.

Untuk itu, Muhaimin menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh yang tidak hanya menangani akibat, tetapi juga mengatasi akar persoalan secara sistemik. Hal ini bisa dilakukan melalui penguatan regulasi, politik anggaran yang tepat sasaran, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan non-pemerintah.

Muhaimin menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga penguatan kesejahteraan psikologis. Tanpa ketahanan psikososial, pembangunan tidak akan berkelanjutan.

"Ketika masyarakat bertahan secara psikososial, mereka akan menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan tentu menjadi kekuatan yang akan menjadi berdaya," ujar Muhaimin.

Pada kesempatan yang sama, Menko PM Muhaimin turut menyampaikan apresiasi kepada para aktivis, termasuk Ida Fauzia, serta dukungan akademisi dari Universitas Indonesia. Ia menyebut, pemerintah terus memperkuat akses layanan kesehatan jiwa melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Hari ini kita sebagai sebuah warga bangsa dituntut terus bahu-membahu untuk memastikan tidak ada satupun yang sendirian menanggung beban tetapi kita punya saudara, kita punya keluarga, kita menjadi satu kesatuan," pungkas Muhaimin.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |