Kasatgas PRR Kejar Target Bangun Sumur Bor dan Sanitasi di Sumatra

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra terus menambah fasilitas sumur bor dan fasilitas sanitasi mandi, cuci kakus (MCK) di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat akan terus dikebut guna mencegah krisis kesehatan, serta mempercepat pemulihan kehidupan penyintas bencana Sumatra.

Tito mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PLN, Danantara, hingga Kementerian ESDM dalam pembangunan sumur bor dan sanitasi MCK di berbagai lokasi titik bencana Sumatra. Hal itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat (27/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk MCK 80 persen, sumur bornya masih perlu banyak 56 persen masih baru 474, karena ini ada masalah air minum, jaringan-jaringan yang putus," kata Tito.

Satgas PRR per 26 Februari mencatat, dari target 72 MCK di Aceh, sebanyak 54 telah selesai dibangun. Di Sumut, dari 139 MCK sebanyak 128 juga sudah dibangun. Selanjutnya, dari 46 MCK di Sumbar, pembangunan 21 MCK telah dituntaskan.

Untuk pembangunan sumur bor, sebanyak 369 dari target 578 sumur bor di Aceh telah dibangun. Di Sumut, dari 152 sumur bor telah dibangun 84 sumur bor. Di Sumbar, dari 107 sumur bor, sebanyak 21 di antaranya sudah diselesaikan.

Secara total, ada sebanyak 208 MCK yang telah dibangun atau 80 persen dari 257 MCK yang ditargetkan dibangun di daerah bencana Sumatera. Untuk sumur bor total ada 474 sumur bor yang telah dibangun atau 56 persen dari 836 sumur bor yang ditargetkan dibangun di daerah bencana Sumatera.

Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno itu turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago; Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar; Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy; dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Sarah Sadiqa.

Rapat juga diikuti secara virtual Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuam dan Perlindungan Anak Veronica Tan; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto; serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |