'Jika Iran Mengebom Washington dan Bunuh Presiden AS Akan Disebut Teroris...'

4 hours ago 2

loading...

Bandara Internasional Mehrabad di Teheran, Iran, terbakar akibat serangan AS dan Israel pada Sabtu malam. Foto/Screenshot video Al Jazeera

TEHERAN - Amerika Serikat (AS) bersama Israel telah membombardir Teheran sejak 28 Februari lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dan ironisnya dunia internasional menghukum kedua negara agresor terseut. Seandainya situasinya dibalik, di mana Iran yang mengebom Washington, apa yang diterima Teheran?

"Bayangkan jika Iran mengebom Washington, membunuh Presiden AS, politisi, diplomat, dan jenderal-jenderal tinggi, apa sebutan yang akan Anda berikan? Teroris," demikian sindiran pedas dari Direktur Eksekutif dan Perwakilan Utama Organisasi Visi Patriotik (PVA) di PBB, Mohamad Safa, dalam unggahan di halaman Facebook-nya.

Baca Juga: Israel Playing Victim! Serang Iran Duluan, Begitu Dibalas Merasa Jadi Korban

"AS mengebom Teheran, membunuh kepala negaranya, politisi, diplomat, dan jenderal-jenderal tinggi. Mengapa Anda menyebutnya 'pre-emptive strike'? lanjut dia.

Dalam unggahan sebelumnya, Safa mengecam tindakan AS yang mengebom pembangkit listrik Iran. "Amerika Serikat baru saja mengebom pembangkit listrik Iran, menyebabkan rumah sakit dan rumah tangga tanpa listrik bagi jutaan orang. Bayangkan pasien dialisis, bayi di NICU, dan lainnya. Orang-orang akan mati. Anak-anak yang tidak bersalah akan mati. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," paparnya.

Sementara itu, media Iran; Fars News Agency, melaporkan pada hari Selasa (24/3/2026), bahwa Israel dan AS kembali melakukan serangan yang menargetkan dua fasilitas gas Iran. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk menyerang infrastruktur energi negara Islam tersebut.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |