Perdamaian atau Perang? Ini 5 Isu yang Menghantui Negosiasi AS dan Iran

9 hours ago 4

loading...

Ini lima isu yang menghantui negosiasi AS dan Iran. Foto/X/CENTCOM

TEHERAN - Amerika Serikat dan Iran tampaknya lebih dekat daripada beberapa bulan terakhir untuk mencapai kesepakatan yang dapat menghentikan perang di Timur Tengah dan meredakan ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Namun terlepas dari pernyataan optimis dari Presiden Donald Trump dan sinyal dari Teheran, pertanyaan-pertanyaan besar tetap belum terselesaikan — dan kedua belah pihak menggambarkan kesepakatan yang diusulkan dengan cara yang sangat berbeda.

Menurut laporan terperinci oleh The New York Times, pejabat Amerika dan Iran memberikan keterangan yang bertentangan tentang apa yang sebenarnya telah disepakati, khususnya tentang program nuklir Iran, masa depan Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi.

Inti dari negosiasi tersebut adalah lima isu sensitif yang dapat menentukan apakah pembicaraan tersebut mengarah pada terobosan yang langgeng — atau runtuh menjadi siklus konfrontasi lainnya.

Perdamaian atau Perang? Ini 5 Isu yang Menghantui Negosiasi AS dan Iran

1. Program Nuklir Iran

Melansir Gulf News, titik permasalahan terbesar tetaplah program nuklir Iran dan, khususnya, apa yang terjadi pada persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

Trump telah berulang kali menegaskan bahwa Iran harus menyerahkan uranium yang diperkaya mendekati tingkat senjata nuklir. Menurut Badan Energi Atom Internasional, Iran saat ini memiliki sekitar 970 pon uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen, bersama dengan hampir 11 ton yang diperkaya pada tingkat yang lebih rendah.

Seorang pejabat AS yang dikutip oleh NYT mengatakan Washington dan Teheran telah mencapai kesepahaman awal di mana Iran pada akhirnya akan membuang persediaan uranium yang sangat diperkaya, meskipun mekanisme untuk melakukannya masih dalam negosiasi.

Namun, para pejabat Iran dengan tegas membantah klaim tersebut. Tiga pejabat senior Iran mengatakan kepada surat kabar tersebut secara anonim bahwa belum ada kesepakatan akhir yang dicapai mengenai pembuangan uranium dan bahwa semua masalah nuklir akan dinegosiasikan selama 30 hingga 60 hari ke depan.

Isu pengayaan uranium di masa depan juga masih belum terselesaikan. Pejabat AS mengatakan draf kesepakatan saat ini tidak mengharuskan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium, dengan isu tersebut ditunda hingga negosiasi selanjutnya. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengakui bahwa kesepakatan yang lebih luas dapat memakan waktu berbulan-bulan, menunjukkan bahwa Washington mungkin untuk sementara menerima kesepakatan sementara daripada menuntut pembongkaran segera.

Ketidakjelasan tersebut telah memicu keraguan tentang seberapa tahan lama kesepakatan apa pun nantinya.

2. Pengendalian Selat Hormuz

Garis patahan utama lainnya adalah Selat Hormuz, jalur air strategis yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |