Desa Wunut: Dari Mata Air Menjadi Sumber Kesejahteraan

6 hours ago 4
 Dari Mata Air Menjadi Sumber Kesejahteraan Pemanfaatan potensi Desa Wunut(Dok BRI)

NAMA Desa Wunut mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas. Namun, desa yang terletak di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten ini menyimpan potensi besar yang berhasil diolah secara optimal oleh pemerintah desa bersama BUMDes.

Hasilnya, berbagai program yang diluncurkan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya secara signifikan.

Memiliki luas wilayah sekitar 110,5 hektar, Desa Wunut dikenal memiliki sumber mata air alami yang melimpah. Potensi inilah yang dimanfaatkan warga untuk mengembangkan wisata air bernama Umbul Pelem, yang kini menjadi motor penggerak roda ekonomi desa.

Menurut Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistya Setiawan, pembangunan Umbul Pelem dimulai pada tahun 2016 dengan memanfaatkan dana desa.

“Dulu hanya ada hamparan air. Setelah kami mendapatkan dana desa, kami mulai berpikir untuk memanfaatkannya. Kalau desa lain fokus ke infrastruktur, kami memilih membangun wisata air,” ujar Iwan.

Umbul Pelem kini dikelola oleh BUMDes Sumberkamulyan yang berdiri pada 2023. Menurut Ketua BUMDes, Sariyanto—yang akrab disapa Ari—Umbul Pelem menjadi satu-satunya unit usaha yang dikelola saat ini.

“Potensi terbesar desa kami adalah mata air, jadi kami memilih fokus di sektor wisata air. Peternakan sedang kami rintis sebagai bagian dari ketahanan pangan, tapi prinsip kami adalah menyempurnakan satu sektor terlebih dahulu sebelum ekspansi ke bidang lain,” jelasnya.

Keberhasilan pengelolaan wisata ini membawa Desa Wunut menjadi salah satu peserta dalam Program Desa BRILiaN BRI 2023.

Program ini bertujuan menciptakan desa percontohan melalui praktik kepemimpinan yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan berkelanjutan berbasis SDGs.

Ari mengaku banyak hal yang dipelajari dari program tersebut.

“Program Desa BRILiaN sangat edukatif dan manfaatnya masih kami rasakan, terutama dalam pengelolaan ekonomi desa,” ujarnya. Kerja sama dengan BRI pun terus terjalin, seperti bantuan branding untuk loket tiket Umbul Pelem, serta penyediaan fasilitas pembayaran digital seperti mesin EDC dan QRIS.

Lebih dari itu, desa ini juga tengah mengembangkan kolam renang syari Umbul Gedhe.

“Jika nanti sudah beroperasi, 30 persen dari penghasilan kolam renang tersebut akan kami sisihkan sebagai tabungan untuk masyarakat menggunakan rekening BRI. Karena kami melihat potensi desa ini masih sangat besar,” tambah Iwan.

THR dari Wisata dan Jaminan Sosial untuk Warga

Desa Wunut sempat viral di media sosial karena kebijakan uniknya: membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warganya. Tradisi ini telah berjalan sejak 2023 dan bersumber dari pendapatan Umbul Pelem yang pada 2024 mencatatkan omzet hingga Rp6 miliar. Setiap warga menerima THR sebesar Rp200.000 per jiwa.

Tak hanya itu, pemerintah desa juga memberikan jaminan sosial untuk seluruh warganya. Program ini dimulai pada 2018 dengan mendaftarkan perangkat desa dan ketua RT/RW ke BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian pada 2020, seluruh kepala keluarga juga ikut serta. Program ini terus berkembang, hingga pada 2022 warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan juga didaftarkan.

“Tahun 2021 kami mulai daftarkan semua pekerja perempuan, lalu 2022 kami daftarkan yang belum punya BPJS Kesehatan. Karena sudah ada perlindungan sosial, maka di 2023 kami mulai bagi-bagi THR saat Ramadan,” terang Iwan.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang telah digagas sejak 2020.

Hingga akhir 2024, tercatat ada 4.327 desa yang telah mengikuti program ini. Tujuannya adalah menciptakan role model pengembangan desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) melalui praktik kepemimpinan yang unggul serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan. (RO/Z-10)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |