Bawaslu Perkuat Pengawasan pada PSU Gelombang Kedua

9 hours ago 3
Bawaslu Perkuat Pengawasan pada PSU Gelombang Kedua Gedung Bawaslu RI, Jakarta.(MI)

JAJARAN pengawas pemilu memperkuat pengawasan pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 yang digelar hari ini, Sabtu (5/4). Diketahui, itu merupakan PSU gelombang kedua berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) setelah gelombang pertama dilaksanakan sebelum Lebaran, tepatnya Sabtu (22/3).

"Pelaksanaan PSU gelombang pertama sebelum Lebaran menjadi cermin penting bagi jajaran Bawaslu dalam memperkuat kualitas pengawasan ke depan," aku anggota Bawaslu RI Puadi kepada Media Indonesia.

Puadi mengatakan, pengawasan yang dilakukan jajaranya di daerah sudah berjalan cukup optimal, tapi masih terdapat tantangan, utamanya dalam hal potensi pelanggaran administratif dan dugaan politik uang yang cukup sensitif menjelang hari pemungutan suara.

Menghadapi PSU gelombang kedua, Puadi menyebut pihaknya melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan koordinasi internal dan eksternal, khususnya antara Bawaslu, KPU, dan aparat penegak hukum melalui Sentra Gakkumdu. 

"Bawaslu juga melaksanakan pengawasan melekat lewat kegiatan patroli pengawasan yang dilakukan secara masif hingga ke tingkat TPS, terutama dalam masa tenang untuk mencegah praktik politik uang dan mobilisasi suara yang tidak sah," terang Puadi.

Selain itu, pelibatan masyarakat dan pemantau pemilu juga dilakukan untuk ikut mengawasi dan melaporkan segala bentuk dugaan pelanggaran melalui kanal aduan yang cepat ditindaklanjuti. 

Di sisi lain, Bawaslu turut meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan jajaran pengawas di lapangan, agar mereka tanggap terhadap dinamika dan potensi masalah dalam proses pemungutan dan penghitungan suara.

"Harapan kami, dengan langkah-langkah tersebut, PSU gelombang kedua dapat berlangsung lebih tertib, jujur, dan adil, serta mengurangi potensi sengketa di MK. Stabilitas dan legitimasi hasil pemilu adalah tujuan bersama yang harus kita jaga melalui pengawasan yang profesional dan berintegritas," kata Puadi.

Kabupaten Buru juga akan menggelar PSU di 1 TPS, tepatnya di Desa Dobowae, Kecamatan Waelata dengan total pemilih sebanyak 608 orang. 

Setidaknya, sejumlah masyarakat di lima kabupaten/kota hari ini harus kembali ke bilik suara untuk mencoblos surat suara kepala daerah mereka. PSU itu antara lain digelar di Kota Sabang, Provinsi Aceh untuk 1 TPS Desa/Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukamakmue dengan jumlah pemilih 541 orang. 

Berikutnya di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah dengan total 63 TPS di 25 desa/kelurahan yang tersebar di Kecamatan Toili dan 26 TPS di 12 desa/kelurahan di Kecamatan Simpang Raya. Adapun total jumlah pemilih untuk PSU di 89 TPS tersebut berjumlah 37.830.

Di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, PSU hari ini digelar di 21 TPS yang tersebar di 13 desa/dusun di 8 kecamatan dengan jumlah pemilih sebanyak 8.412 orang.

Sementara itu, PSU di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara dilaksanakan di 9 TPS yang tersebar di 8 desa pada 5 kecamatan dengan jumlah pemilih mencapai 4.005 orang. (Tri/P-3)
 

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |