5 Kasus Orang Dalam yang Jadi Mata-Mata Inteligen Asing, dari Cambridge Five hingga Ashraf Marwan

10 hours ago 8

loading...

Cambridge Five, kelompok warga Inggris yang direkrut intelijen Soviet. Foto/thecollector

LONDON - Dunia intelijen tidak selalu bekerja dengan mengirimkan agen rahasia ke negara lawan. Dalam sejumlah kasus terkenal, badan intelijen justru mendapatkan informasi berharga dari orang yang sudah berada di dalam sistem negara target.

Mereka bisa berupa pejabat pemerintah, perwira militer, pegawai perusahaan, diplomat hingga orang yang memiliki hubungan dekat dengan pusat kekuasaan.

Keuntungan menggunakan orang dalam cukup jelas. Mereka telah memahami bahasa, budaya, lingkungan dan struktur organisasi tempat mereka bekerja. Yang lebih penting, sebagian dari mereka memiliki akses terhadap informasi yang sulit diperoleh melalui pengamatan dari luar.

Sejarah Perang Dingin hingga konflik Timur Tengah mencatat sejumlah kasus besar yang memperlihatkan bagaimana jaringan semacam ini bekerja.

Berikut lima kasus yang paling terkenal.

1. Cambridge Five, KGB dan Orang-Orang Inggris di Jantung Pemerintahan

Salah satu contoh paling terkenal adalah Cambridge Five, kelompok warga Inggris yang direkrut intelijen Soviet.

Kelompok tersebut terdiri dari Kim Philby, Guy Burgess, Donald Maclean, Anthony Blunt dan John Cairncross.

Mereka berasal dari lingkungan elite Inggris dan memiliki akses ke institusi strategis. Kim Philby bahkan kemudian mencapai posisi penting di MI6, badan intelijen luar negeri Inggris.

Menurut MI5, Cambridge Five menjadi salah satu kelompok agen asing paling berhasil yang pernah direkrut intelijen Soviet. Mereka memberikan informasi kepada Soviet selama bertahun-tahun, termasuk ketika Inggris dan Uni Soviet berada dalam persaingan geopolitik yang sangat tajam.

Kasus Philby menjadi yang paling mencengangkan.

Ia bukan sekadar orang yang memiliki akses ke informasi pemerintah. Philby bekerja di dalam lembaga intelijen Inggris sambil diam-diam menjadi sumber bagi Soviet.

Kecurigaan akhirnya mengarah kepadanya. Philby melarikan diri ke Beirut pada 1963 dan kemudian muncul di Uni Soviet.

Kasus Cambridge Five menunjukkan betapa berbahayanya infiltrasi ketika seseorang yang dipercaya oleh sistem justru bekerja untuk kepentingan negara lain.

2. Oleg Penkovsky, Perwira Soviet yang Memberikan Informasi kepada Barat

Jika Cambridge Five menunjukkan bagaimana Soviet mendapatkan orang dalam di Inggris, kasus Oleg Penkovsky memperlihatkan pola sebaliknya.

Penkovsky merupakan kolonel dalam intelijen militer Soviet atau GRU. Pada 1960, ia mulai memberikan informasi kepada pihak Barat.

Dokumen yang kini tersedia dalam koleksi CIA menunjukkan bahwa Penkovsky menjadi sumber penting bagi intelijen Barat. CIA bahkan memiliki koleksi khusus mengenai dirinya yang berisi laporan pertemuan dan dokumen operasional.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |