Praktik Mindfulness dalam Islam, Melatih Kepekaan Sosial dan Menjaga Kesehatan Mental

2 hours ago 4

loading...

Seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk memiliki hubungan yang baik dengan Allah SWT, tetapi juga menjaga hubungan dengan sesama manusia. Foto ilustrasi/istock

Mindfulness atau kesadaran penuh terhadap apa yang sedang dilakukan dan dirasakan semakin banyak dibicarakan sebagai salah satu pendekatan untuk menjaga kesehatan mental. Praktik ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang mengelola pikiran dan emosi, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan lingkungan sosial .

Dalam perspektif Islam, kesadaran (mindful) terhadap diri sendiri memiliki kaitan erat dengan hubungan manusia kepada Allah SWT dan sesama manusia. Konsep habl min Allah dan habl min al-nas mengajarkan bahwa kehidupan seorang Muslim tidak hanya berorientasi pada hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal dengan manusia.

Kesadaran penuh dalam menjalani kehidupan dapat mendorong seseorang menjadi lebih peka terhadap kondisi orang lain. Ia belajar mendengarkan, tidak terburu-buru memberikan reaksi, serta berusaha memahami perasaan dan keadaan orang di sekitarnya.

Sikap tersebut sejalan dengan nilai empati, kesabaran dan kepedulian sosial yang diajarkan Islam. Kepekaan semacam ini penting untuk membangun ukhuwah sekaligus menjaga kualitas hubungan antarmanusia.

Mindfulness dan Kesehatan Mental dalam Islam

Islam memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki dimensi fisik, akal dan jiwa. Karena itu, menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tubuh, tetapi juga keseimbangan mental dan spiritual. Dalam menghadapi persoalan hidup, Islam mengajarkan kesabaran (sabr) dan tawakal. Ujian tidak selalu harus dihadapi dengan kepanikan atau reaksi berlebihan, tetapi dengan kesadaran, ikhtiar dan berserah diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Mengenal Mindfulness dalam Islam, Apa Bedanya dengan Khusyuk dan Muraqabah?

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit atau rasa sakit, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut memberikan perspektif bahwa sakit dan kesulitan yang dialami seorang Muslim dapat menjadi bagian dari ujian yang memiliki nilai spiritual. Karena itu, seseorang dianjurkan menghadapinya dengan kesabaran dan tetap berharap kepada Allah SWT.

Zikir dan Salat sebagai Latihan Kesadaran

Sejumlah praktik dalam Islam juga menekankan pentingnya menghadirkan kesadaran dalam menjalani kehidupan. Zikir, doa dan salat, misalnya, mengajarkan seorang Muslim untuk menghentikan sejenak berbagai kesibukan duniawi dan mengarahkan perhatian kepada Allah SWT.

Al-Qur'an menyebutkan:

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |