Jakarta, CNN Indonesia --
Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, mengalami erupsi beruntun pada Jumat (10/7) kemarin.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api tersebut meletus empat kali dalam kurun waktu sekitar satu jam pada Jumat sore kemarin.
Gunung berapi itu saat ini masih berstatus Level III (Siaga).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, mengutip dari laporan harian pada situs magma.esdm.go.id, pada hari ini, Sabtu (11/7) periode pantauan pukul 06.00-12.00, kondisi gunung berapi itu terlhat tertutup kabut.
"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak," demikian dikutip dari laman tersebut.
"Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat laut," sambungnya.
Keterangan lainnya, "ombak laut tenang hingga sedang."
Selain itu, pengamatan kegempaan pada laporan harian tersebut di GAK tercatat, "4 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 13-22 mm, dan lama gempa 22-75 detik."
Juga dilaporkan, "4 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 11-21 mm, dan lama gempa 5-7 detik; 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 10-24 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 7-22 detik."
Dan, "1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-15 mm, dominan 3 mm."
"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," demikian imbauan petugas pengamat dalam laporan hariannya tersebut.
Erupsi beruntun
Sebelumnya, pada Jumat petang kemarin terjadi erupsi beruntun Gunung Anak Krakatau.
Mengutip dari detikSumbagsel, Letusan pertama terjadi pukul 16.42 WIB dengan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada pukul 16.57 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 200 meter.
Erupsi kemudian kembali terekam pada pukul 17.49 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 100 meter.
Dua menit berselang, tepat pukul 17.51 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali memuntahkan abu vulkanik setinggi 200 meter di atas puncak.
Berdasarkan pengamatan PVMBG, seluruh kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara, timur laut, serta barat laut. Rangkaian erupsi itu juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43 hingga 55,2 milimeter dan durasi antara 33 sampai 49 detik.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Andi Suwardi mengatakan aktivitas vulkanik masih fluktuatif, namun status gunung api tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.
"Status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga)," ujar Andi Suwardi dalam keterangannya, Jumat kemarin.
PVMBG memastikan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas vulkanologi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Baca berita lengkapnya di sini.
(kid)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
4
















































