Jakarta, CNN Indonesia --
Selain ratusan senjata api (senpi) dan airgun, alat pembuat peluru dan ruang serupa bunker juga ditemukan di gedung yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji mengungkap alat pembuat peluru itu ditemukan saat pihaknya membuka ruangan mantan ketua yayasan sekolah tersebut pada Rabu (5/8) untuk kepentingan kegiatan guru.
"Lalu setelah kita membuka dan menggeledah untuk kita rapikan, eh ada laras senjata tajam kaliber 5.56. Kemudian ada senjata genggam kaliber 40 dan 9 mm. Ada magazine jenis Glock, ada tiga, 30 amunisi kalau diisi," kata Untung kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian ada Walther, ada juga yang 22, kemudian ada M4 punya magazine lengkap di situ, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang. Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini?," sambungnya.
Tak hanya senjata dan alat pembuat peluru, di ruangan tersebut juga ditemukan narkoba hingga CD porno.
Atas temuan itu, Untung meminta pihak kepolisian mengusut perkara ini hingga tuntas. Sebab, barang-barang tersebut tak sepatutnya ada di lingkungan sekolah.
"Kami berharap, kami ingin kepolisian akan sangat serius karena berkaitan dengan senjata itu berkaitan dengan keamanan nasional juga. Karena senjata ini bisa disalahgunakan dan tetap bisa berbahaya bagi siapapun," tutur dia.
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, membeberkan total ada 995 senjata api (senpi) ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Tak hanya itu, Hermawanto turut mengungkapkan pihaknya juga menemukan sebuah ruangan yang berbentuk seperti bunker. Namun, ia mengaku pihaknya belum berani membuka ruangan tersebut.
"Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami juga akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami untuk membuka ruangan ini karena kalau kami khawatir ada risiko hukum gitu kan, maka kami meminta aparat untuk membukanya. Jadi kami ingin bunker ini juga dibuka kemudian," tutur dia.
Adapun senjata-senjata yang ditemukan antara lain empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, sejumlah amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47 dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru hingga buku panduan pembuatan peluru.
Barang-barang itu ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang.
Hermawanto menyebut ketua yayasan sekolah tersebut sudah dipecat pada April 2026 yang lalu. Kata Hermawanto, yang bersangkutan membawa kunci ruangan di sekolah yang belakangan diketahui berisi senjata.
"Status hukum jadi proses pemberhentian terhadap Ketua Pengurus yang sudah kami pecat, proses penonaktifan terhadap anggota pembina, sekarang sedang proses gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jadi sedang bergulir proses perkara perdatanya," ujarnya.
Hermawanto mengatakan penemuan bermula saat ruangan tersebut dibuka karena akan digunakan untuk kebutuhan siswa sekolah.
"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis.
Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki temuan senapan angin (air gun) hingga senjata api (senpi) yayasan sekolah tersebut.
"Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan, Kamis.
(dis/wis)

9 hours ago
11
















































