
KETUA Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo mengatakan, target okupansi hotel 80 persen selama libur lebaran 2025 belum tercapai.
"Semoga ada hari yang tercapai (okupansi rata-rata 80%)," terang dia. Menurut dia, okupansi hotel saat ini turun sekitar 20an persen dibanding tahun lalu.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tingkat kepadatan tamu hotel saat lebaran bisa berlangsung 5-6 hari, sedangkan saat ini hanya sekitar 4 hari.
Ia berharap, tingkat okupansi bisa semakin baik pada 2 hingga 6 April 2025.Masa tinggalnya kebanyakan hanya dua hari.
Ia menyebut, paling tidak ada dua faktor penurunan okupansi hotel pada tahun ini, yaitu turunnya daya beli masyarakat dan wisatawan memilih menginap di vila ataupun homestay, yang banyak di antaranya tidak berizin.
Menanggapi tanda-tanda penurunan tingkat okupansi tersebut, ia berharap, pemerintah pusat bisa meninjau ulang Inpres nomor 1/2025 tentang efisiensi anggaran agar tidak berdampak pada industri perhotelan. Di sisi lain, pemerintah provinsi yang melarang pelaksanaan study tour sekolah juga mau mengkaji ulang kebijakan tersebut.
Dengan hal tersebut, industri perhotelan bisa bertahan dan tidak mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya. (H-3)