loading...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat sudah mencapai 68%. Foto/SindoNews
SUBANG - Pemerintah terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Progres fisik pada ruas sepanjang 22,94 kilometer yang mencakup Section Pasir Bungur sampai Patimban hingga Juni 2026 telah mencapai 68%.
Kemajuan proyek strategis nasional ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas menuju Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik utama di Indonesia. Perkembangan infrastruktur ini sekaligus mempertegas keunggulan Subang bagi sektor industri berorientasi ekspor yang membutuhkan efisiensi jalur distribusi dari kawasan manufaktur langsung ke pelabuhan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat Jalan Tol Akses Patimban dirancang untuk menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan ruas Tol Cikopo–Palimanan. Infrastruktur tersebut memperkuat konektivitas kawasan industri di Subang, termasuk Subang Smartpolitan, kota industri terintegrasi yang dikembangkan oleh PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
Baca juga: Pelabuhan Patimban Digadang-gadang Jadi Simpul Logistik Utama, PTPP Ungkap Progres Pembangunan
Konektivitas ini menjadi faktor penting bagi industri manufaktur karena dapat mempersingkat jalur pengiriman dari pabrik ke pelabuhan serta membantu menjaga kelancaran distribusi barang ke pasar domestik maupun internasional.
“Dalam operasi manufaktur, efisiensi logistik tidak hanya dihitung dari biaya angkut, tetapi juga dari seberapa cepat barang bisa bergerak dari pabrik ke pelabuhan dan seberapa terjaga kepastian pengirimannya. Infrastruktur yang memperpendek akses ke pelabuhan akan sangat menentukan, terutama bagi perusahaan yang bekerja dengan volume besar dan target pengiriman yang ketat,” ujar Chief Commercial Officer Suryacipta Abednego Purnomo, Kamis (23/7/2026).
Lihat video: 6600 Ton Beras Vietnam Tiba di Pelabuhan Patimban Amankan Stok Pangan
Urgensi terhadap konektivitas logistik yang efisien tersebut mulai tercermin secara nyata dalam dinamika operasional para tenant di kawasan Subang Smartpolitan. Fasilitas manufaktur di kawasan ini tidak hanya menyalurkan produk untuk kebutuhan pasar domestik, namun juga diproyeksikan untuk memenuhi skala ekspor internasional.


















































