Militer AS Melarang Merekam Dampak Serangan Rudal Iran, Ini Alasannya

4 hours ago 5

loading...

Militer AS melarang semua pasukan di Timur Tengah merekam dampak serangan drone dan rudal Iran. Alasannya, itu dapat membantu Iran tingkatkan akurasi serangannya. Foto/X @CENTCOM

TEHERAN - Militer Amerika Serikat (AS) melarang pasukan di Timur Tengah merekam dampak serangan drone dan rudal Iran. Bahkan, beberapa personel militer di Yordania diberitahu bahwa ponsel mereka akan segera disita untuk memperkuat “keamanan operasional".

Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, mengeklaim dalam surat tertanggal 28 Juli yang diperoleh Reuters bahwa foto dan video yang dipublikasikan oleh anggota militer Amerika justru membantu Teheran meningkatkan akurasi serangannya.

Baca Juga: Perang Meluas, Giliran Drone Serang Mesir Sebabkan 2 Kapal Tanker Gas AS Terbakar

Cooper juga mengeluh bahwa jurnalis dan peneliti intelijen sumber terbuka daring secara efektif melakukan penilaian kerusakan pertempuran untuk Iran.

"Iran mengetahui bahwa rudal-rudalnya telah diluncurkan. Namun, mereka tidak tahu apakah serangan itu meleset sekitar 50 meter, hanya menghantam landasan pacu yang kosong, atau benar-benar menghantam fasilitas yang sedang dipenuhi orang," tulis Cooper.

"Ketika media secara terbuka mempublikasikan daftar rinci, deskripsi, dan analisis mengenai target yang terkena serangan, hal itu pada dasarnya sama saja dengan membantu Iran melakukan penilaian kerusakan tempur (Battle Damage Assessment/BDA) secara gratis," lanjut Cooper, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/7/2026).

Salah satu video, yang dirujuk oleh Cooper, direkam menggunakan kacamata pintar Meta selama serangan rudal dan drone Iran yang mematikan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada 17 Juli. Rekaman tersebut menunjukkan pasukan AS berlari mencari perlindungan dan memasuki bunker saat sirene peringatan berbunyi.

Rekaman jarak dekat terpisah dari malam yang sama tampaknya menangkap beberapa rudal balistik yang langsung menghantam fasilitas Yordania tersebut. Pentagon kemudian mengonfirmasi bahwa tiga anggota militer Amerika tewas dalam serangan itu.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |