Menilik Perjuangan 'Sapu Jagat' Kawal Jemaah Disabilitas di Makkah

5 hours ago 2

loading...

Wakil Ketua Komnas Disabilitas, Deka Kurniawan berbincang dengan jemaah haji Rohmat dan istrinya yang memiliki riwayat demensia di Al Hidayah Tower 1, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (16/5/2026). Foto/Nur Wijaya Kesuma

MAKKAH - Komitmen pemerintah dalam mewujudkan haji yang ramah lansia dan disabilitas terus diuji sekaligus dibuktikan di Tanah Suci. Melalui sinergi lintas sektoral, negara berupaya keras memastikan setiap warga negara mendapatkan hak ibadah yang setara tanpa diskriminasi.

Operasional di Kota Makkah memperlihatkan dedikasi luar biasa dari para petugas lapangan yang menjadi ujung tombak pelayanan. Mereka memposisikan diri sebagai tameng dan pelindung utama bagi para jemaah yang memiliki keterbatasan.

Baca juga: Breaking News! Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026

Petugas Haji Daerah Banten, Jaya, menegaskan bahwa pengawalan melekat senantiasa diberikan saat jemaah beraktivitas. Petugas selalu bersiaga di barisan paling belakang untuk memastikan keutuhan rombongan.

"Ibaratnya petugas itu seperti "sapu jagad". Harus siap membantu jemaah kapanpun dibutuhkan. Terutama ketika jemaah mengalami kesulitan saat menjalankan ibadah," tutur Jaya, yang juga seorang disabilitas, membagikan pengalamannya ke Tim Media Center Haji di Al Hidayah Tower 1, Aziziyah, Makkah, Arab Saudi, dikutip Senin (18/5/2026).

Dalam praktiknya, pendampingan jemaah berkebutuhan khusus memerlukan kolaborasi erat dengan tenaga kesehatan. Kondisi fisik dan mental jemaah yang fluktuatif di tengah cuaca Makkah menuntut kesabaran ekstra dari para dokter kloter.

Baca juga: Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah Serentak pada Rabu 27 Mei 2026

"Melayani penyandang disabilitas ini memang perlu kesabaran, karena kemampuannya juga tidak sama dengan jemaah haji yang biasa," kata Dokter Pendamping Kloter, Sarmani.

Di tengah tingginya ritme pelayanan, pemerintah juga bersikap terbuka terhadap berbagai evaluasi teknis yang muncul di lapangan. Dinamika terkait data jemaah dalam sistem menjadi salah satu ruang perbaikan (room for improvement) yang sedang dibenahi.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |