loading...
Puncak Makkah Clock Tower memancarkan cahaya hijau yang benderang. Fenomena ini merupakan penanda resmi masuknya awal bulan baru dalam kalender Hijriah. Foto/Nur Wijaya Kesuma
JAKARTA - Langit senja Kota Makkah menghadirkan pemandangan magis yang menyita perhatian jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia. Tepat saat azan Maghrib berkumandang, puncak Makkah Clock Tower memancarkan cahaya hijau yang benderang.
Pendaran cahaya dari menara ikonik Abraj Al Bait ini bukanlah sekadar atraksi visual biasa. Fenomena ini merupakan penanda resmi masuknya awal bulan baru dalam kalender Hijriah.
Baca juga: Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah Serentak pada Rabu 27 Mei 2026
Lampu hijau tersebut mengonfirmasi bahwa umat Islam telah resmi menapaki tanggal 1 Zulhijjah. Bulan ini merupakan bulan suci di mana rukun Islam kelima dilaksanakan secara purna.
Sorot lampu hijau tampak menembus pekatnya langit malam Kota Makkah yang mulai turun. Cahaya ini seolah menjadi mercusuar spiritual bagi ratusan ribu jemaah haji nusantara.
Bagi para jemaah, nyala hijau di menara jam tertinggi di dunia itu adalah sebuah alarm pengingat. Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kini tinggal menghitung hari.
Baca juga: Breaking News! Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026
Rasa haru dan antusiasme tergambar jelas di wajah para tamu Allah yang baru saja menyelesaikan salat Maghrib. Mereka menyadari bahwa waktu persiapan fisik dan mental semakin menipis.
Seiring malam yang semakin larut, kontras cahaya hijau di atas gedung pencakar langit itu terlihat semakin tegas. Pemandangan ini kerap diabadikan oleh jemaah saat berjalan kembali menuju pemondokan.
Otoritas Arab Saudi memang secara rutin menggunakan tata cahaya Clock Tower sebagai medium informasi publik. Tradisi penanda awal bulan ini selalu dinanti, terutama saat memasuki bulan-bulan haram seperti Zulhijjah.
Masuknya tanggal 1 Zulhijjah secara otomatis meningkatkan eskalasi kesibukan di seluruh sektor pemondokan. Penyelenggara ibadah haji kini berpacu dengan waktu mematangkan skema pergerakan.
Seluruh jemaah haji Indonesia diimbau untuk tidak lagi melakukan aktivitas fisik yang menguras stamina. Konsentrasi kini harus difokuskan seratus persen untuk menghadapi fase wukuf.
Hanya dalam hitungan kurang dari sepekan, jutaan manusia akan bergerak serentak meninggalkan Makkah. Mereka akan memulai perjalanan spiritual terbesar menuju Padang Arafah pada 8 Zulhijjah mendatang.
(shf)

















































