Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel, dan Lingkungan

12 hours ago 10

loading...

Ilvi Nur Diana, Guru Besar dan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Sekretaris Amirul Hajj Indonesia 2026

Oleh: Ilfi Nur Diana
Guru Besar dan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta Sekretaris Amirul Hajj Indonesia 2026.

Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia. Untuk pertama kalinya pelayanan haji berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Momentum ini bukan sekadar perubahan nomenklatur kelembagaan, melainkan ujian apakah reformasi tata kelola haji benar-benar mampu menghadirkan layanan yang lebih inklusif, manusiawi, dan berkelanjutan.

Biaya haji tahun ini mengalami penurunan sekitar dua juta rupiah, sekalipun biaya transportasi mengalami kenaikan, tetapi tidak dibebankan pada jemaah. Lantas bagaimana kualitas layanan pada jemaah tahun ini? Dengan penurunan biaya tersebut, apakah memengaruhi penurunan kualitas layanan?

Saya sebagai amirah Haji perwakilan dari tokoh masyarakat ingin memastikan penyelenggaraan haji tahun ini terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu saya mengikuti secara langsung dan mengamati pelaksanaan ibadah haji. Sejak kedatangan di tanah suci Arafah saya melakukan koordinasi dengan PPIH Arab Saudi, Ketuam, KUKI, rumah sakit, dan mengunjungi jemaah di sektor-sektor untuk mendengarkan keluh kesah dan aspirasi jemaah.

Amirah Haji yang efektif oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. KH. Mochamad Irfan Yusuf mempunyai tugas melakukan pengawasan selama berlangsungnya ibadah dengan otoritas Arab Saudi serta berkoordinasi langsung dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Haji Arab Saudi. Selain itu juga bertugas melakukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan fasilitas dan pelayanan penyelenggaraan haji sesuai dengan transparansi, akuntabel, dan layanan kesehatan bagi jemaah sesuai standar yang ditetapkan. Juga bertugas melakukan pelayanan dan perlindungan jemaah, khususnya bagi jemaah haji usia dan risiko tinggi, serta sebagai representasi kehadiran negara dalam mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada jemaah selama berada di Arab Saudi.

Dari sisi tata kelola, KEMENHAJ telah mempersiapkan dengan matang terkait persiapan pemberangkatan, operasional di tanah suci, pelaksanaan ARMUZNA (Arafah, Muzdalifah, Mina), hingga kepulangan kembali ke Indonesia, juga melakukan perbaikan sistem untuk memastikan pencatatan yang secure, efektif, efisien, serta menjangkau seluruh kebutuhan oleh pemerintah Saudi. Sehingga Pemerintah Saudi memberikan apresiasi kepada KEMENHAJ Indonesia karena pelaksanaan haji tahun ini dinilai lebih baik dan lebih tertib.

Begitu juga mengenai parkir berdasarkan arah para jemaah haji, sekalipun masih ada kekurangan yang masih perlu ditingkatkan perbaikan di tahun depan. Lantas bagaimanakah layanan haji yang dirasakan oleh para jemaah haji tahun ini?

OPTIMALISASI LAYANAN

Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan transformasi pada tahap pertama ini. Transformasi tersebut berfokus pada digitalisasi, transparansi, efisiensi, dan peningkatan layanan jemaah. Tentu saja, transformasi ke depan masih perlu terus diupayakan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Saya melakukan kunjungan dan survei kepada para jemaah terkait layanan yang diterima dan dirasakan. Rata-rata mereka merasa puas terhadap sejumlah layanan, seperti konsumsi, transportasi, akomodasi, dan kesehatan.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |