Jakarta, CNN Indonesia --
Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu menetapkan mantan anggota DPR RI Muhammad Fauzi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2024.
Selain Fauzi, kejaksaan juga menetapkan tersangka lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Luwu Zulkifli, serta tiga orang lain berinisial M, AR dan ARA.
"Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi P3-TGAI," kata Kepala Kejari Luwu, Muhandas Ulimen dalam keterangannya, Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhandas menerangkan bahwa para tersangka diduga secara bersama-sama mengorganisir pemotongan dana hibah P3A dengan menekan para Ketua Kelompok Tani untuk menyerahkan sejumlah uang sebagai komitmen fee dari total anggaran yang dicairkan.
"Perbuatan ini mengakibatkan kerugian bagi masyarakat petani dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara akibat penurunan kualitas pengerjaan fisik irigasi," jelasnya.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka penyidik kemudian melakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Lapas Palopo demi kepentingan penyidikan.
"Penahanan ini didasarkan pada surat perintah penahanan yang dikeluarkan oleh tim penyidik untuk masing-masing tersangka," katanya.
Para tersangka dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
(antara/gil)

9 hours ago
7

















































