Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua DPP Partai Ummat Aznur Syamsu buka suara terkait pernyataan Amien Rais di kanal Youtube-nya terkait kedekatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Aznur menegaskan pernyataan Amien Rais, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Syura Partai Ummat, tak berkaitan dengan partainya.
"Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat. Kami dari Partai Ummat, menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais, apalagi beliau seorang tokoh, paling tidak pernah menjadi tokoh," ujar Aznur dikutip dari detik, Sabtu (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aznur kemudian menganggap pernyataan Amien Rais sebagai 'off side'.
"Tidak ada kaitan dengan persoalan bangsa dan negara saat ini. Pak Amien Rais off side," ucap Aznur.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mempersilakan siapa pun untuk menempuh jalur hukum terkait pernyataan kontroversial Amien Rais.
"Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan saja untuk menempuh jalur hukum sebagaimana dijamin di negeri ini. Kita tidak bisa membatasi hak mereka untuk menggunakan haknya. Tetapi jangan sampai hukum digunakan sebagai alat pukul politik yang tebang pilih sesuai selera kekuasaan," ucap Ridho.
Relawan Prabowo yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) pun menegaskan akan menempuh langkah hukum terkait pernyataan Amien Rais tersebut. ABH menilai pernyataan tersebut telah merusak nama baik Prabowo dan Teddy.
"Ucapan Amien Rais bentuk serangan personal yang serampangan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ini bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran. Pernyataan ini jelas halusinasi dan menyesatkan publik," tegas Ketua DPP Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto, dalam keterangannya, Sabtu (2/5)
Respons Menkomdigi
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menganggap pernyataan Amien Rais merupakan pembunuhan karakter bagi Presiden Prabowo dan Setkab Teddy Indra Wijaya.
"Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat [Amien Aries]," ujar Meutya dalam postingan Instagram resmi Kemkomdigi, Sabtu (2/5).
Meutya menyebut pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian. Dia menilai pernyataannya bisa berpotensi memecah belah bangsa.
"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," ucap Meutya.
"Ruang demokrasi digital adalah ruang adu gagasan bukan ruang memproduksi konten kebencian yang menyerang martabat manusia manapun," ujar Meutya menambahkan.
Video kontroversial yang diunggah melalui akun YouTube Amien Rais Official itu saat ini sudah menghilang.
Lengkapnya baca di sini.
(har)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4
















































