Laporan Penculikan Jesslyn Wijaya di Polres Jakpus Dicabut

10 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengungkap laporan dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay di sebuah restoran di Jakarta Pusat dicabut pelapor.

Pelapor yang mencabut laporannya itu adalah rekan terduga korban penculikan dengan inisial NA. Walaupun demikian, polisi menyatakan tetap melakukan penyelidikan.

"Perkembangan terbarunya adalah pada hari Minggu, tanggal 19 (Juli), Pelapor datang ke Polres Jakpus untuk mencabut laporan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Selasa (21/7) dikutip dari detik.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roby mengatakan penyelidikan dilanjutkan untuk mengetahui apakah korban benar diculik atau tidak.

"Namun kami dari Polres Jakpus belum menghentikan penyelidikan karena kita masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi apakah ada perbuatan pidana dalam perbuatan tersebut," ujarnya.

Peristiwa dugaan penculikan terjadi pada Senin (13/7) malam.

Korban disebut didatangi lima orang saat menghadiri perayaan ulang tahun keluarganya di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat.

"Diduga korban didatangi oleh lima orang yang membawa paksa dan pergi dari restoran itu," ujar Roby.

Korban belum ditemukan dan diduga berada di luar Jakarta.

Sementara ini, polisi telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi sekitar, hingga mendatangi rumah korban.

"Ada kemungkinan tidak di Kota Jakarta. Namun kami masih melakukan penyelidikan sampai dengan menemukan benarkah peristiwa ini atas kemauan korban atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan di awal," jelasnya.

Keterangan pihak keluarga

Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, menjelaskan kronologi dugaan penculikan tersebut. Andi mengatakan Jesslyn diduga diculik saat sedang merayakan ulang tahun neneknya di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam lalu sekitar pukul 19.45 WIB di sebuah restoran di lokasi tersebut.

Sesaat sebelum acara perayaan ulang tahun dimulai, korban secara tiba-tiba ditutup matanya dan langsung diangkat dua laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/7).

"Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung," imbuhnya.

atlet golf putri Jesslyn Wijaya LayAtlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay (Tangkapan layar instagram @jesswijgolf)

Andi mengatakan sejak insiden itu korban tidak lagi dapat dihubungi oleh teman maupun keluarga. Selain itu, telepon seluler yang digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses sebagaimana biasanya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan secara resmi kepada Polres Metro Jakarta Pusat dan teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Menurut Andi, kepolisian juga melakukan penelusuran ke beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban. Termasuk mendatangi tempat tinggal korban.

Diketahui korban tinggal di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak pelapor, korban telah menjalani kehidupan secara mandiri dan tidak lagi tinggal satu rumah dengan ibu maupun adiknya.

Andi menyebut pihaknya juga berupaya menelusuri kemungkinan adanya perjalanan ke luar negeri. Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat indikasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang.

Di sisi lain, pihak pelapor juga memperoleh informasi bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/tim/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |