Kesaksian Sudarsi, Istri Bambang Korban Tewas Kericuhan 27 Agustus

15 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Istri korban tewas saat kericuhan 27 Agustus Bambang Setiawan, Sudarsi, bercerita mengenai peristiwa nahas yang menimpa suaminya.

Pedagang cermin bernama Bambang Setiawan (59) meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat terjadi kericuhan pada Kamis (27/8) malam.

Sudarsi mengatakan pada Kamis sore, ia masih menemani Bambang berjualan cermin di Pejompongan hingga sekitar pukul 16.30 WIB. Biasanya, pasangan tersebut baru menutup tempat usahanya sekitar pukul 18.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, karena melihat massa mulai berdatangan, Sudarsi meminta Bambang agar menutup tempat usahanya lebih awal.

"Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, 'Itu massa sudah banyak, tutup'," kata Sudarsi dikutip dari Antara.

Sudarsi kemudian mengatakan setelah tempat usahanya ditutup keduanya pun kembali ke rumah. Tidak lama kemudian, anak mereka datang bersama seorang warga bernama Tagor yang sedang sakit.

Tagor kemudian meminta agar diantar ke RS Pelni. Anak Bambang pun mengantar Tagor dengan menggunakan sepeda motor, sementara Sudarsi dan Bambang tetap berada di rumah.

Setelah mengantar Tagor ke RS Pelni, anak Bambang kembali ke rumah sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB. Saat itu, situasi di sekitar tempat tinggal mereka masih diwarnai kerumunan massa.

Menurut Sudarsi, massa sempat terdorong masuk ke kawasan sekitar lokasi tempat tinggal mereka. Setelah situasi dinilai lebih aman, Bambang kemudian memutuskan keluar rumah. Sudarsi tidak melarang karena suaminya selama ini kerap keluar untuk melihat situasi ketika terjadi keramaian.

"Dia itu cuma nonton, kadang-kadang membantu ngucurin air buat cuci muka," ujar Sudarsi.

Namun, Bambang tidak kunjung kembali ke rumah hingga larut malam. Sudarsi kemudian mencari keberadaan suaminya hingga sekitar pukul 01.30 WIB. Dia juga sempat mendatangi lokasi dan meminta agar teman-teman Bambang memberitahunya apabila suaminya ditemukan.

"Saya masih berharap ketemu. Saya ke situ, enggak ada," ucap Sudarsi.

Sekitar pukul 02.30 WIB, dia sempat kembali ke rumah dan beristirahat sekitar 1,5 jam.

Kepastian mengenai kondisi Bambang diperoleh keluarga sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, setelah anak Bambang menerima sebuah video dan diminta memastikan sosok yang terlihat dalam video tersebut. Setelah memperhatikan video tersebut, keluarga memastikan sosok itu adalah Bambang.

"Kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas posisi dia, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu," ucap Sudarsi.

Keluarga kemudian mendapat informasi bahwa Bambang telah dibawa ke RS Polri. Sudarsi mengatakan suaminya diduga telah meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Saya tahunya suami saya sudah jadi korban, sekitar jam 4 pagi, itu saya baru fix tahu kalau dia sudah tidak ada. Itu karena saya cari kan, anak-anak saya, ketahuannya sudah dikirim ke RS Polri," ucap Sudarsi.

Jenazah Bambang kemudian dimakamkan di TPU Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Jumat siang.

Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk tidak melakukan autopsi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihak keluarga menolak rencana tindakan medis yang diajukan penyidik.

"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi. Kami memahami dan berempati atas kondisi duka yang dialami keluarga, sehingga untuk sementara, penyidik belum meminta keterangan lebih lanjut," tutur Budi dalam keterangan resmi.

(tim/har)

placeholder

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |